Senin, 06/02/2023, 11:30:06
Pesona Matematika Dalam Islam
Oleh: Ninda Pangesti Wibowo & Anwar Ardani, M.Pd
--None--

MATEMATIKA adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu maupun dalam pengembangan matematika (Siagian, 2016: 60). Secara umum matematika didefinisikan sebagai bidang ilmu yang mempelajari pola dari struktur, perubahan dan ruang.

Islam menurut Syekh Mahmud Syaltut, yaitu agama Allah yang diperintahkan untuk mengajarkan pokok-pokok dan peraturan-peraturannya kepada Nabi Muhammad SAW dan menugaskan untuk menyampaikan agama itu kepada seluruh manusia, lalu mengajak mereka untuk memeluknya.

Sedangkan secara umum islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada manusia melalui rasulNya, berisi hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semsta.

Di dalam islam banyak sekali amalan-amalan yang wajib dan sunnah kita lakukan sebagai umat muslim. Dan amalan-amalan tersebut  tidak akan luput dari matematika, semua yang kita lakukan akan selalu berhubungan dengan matematika termasuk dalam praktik keagamaan.

Penerapan matematika dalam islam. Ada banyak sekali contoh penerapan matematika dalam islam. Diantaranya:

-a). Menentukan kalender hijriah, penentu arah kiblat, penentu waktu shalat: Besarnya pengaruh trigonometri dalam kehidupan, khususnya umat muslim, memberikan banyak dampak positif. Manfaat trigonometri sendiri bagi umat muslim yaitu menentukan kalender hijriah.

Setelah kalender hijriah ini dibuat kita dapat dengan mudah beribadah. Seperti berpuasa, pergi berangkat haji, yang itu semua dapat kita lihat di kalender hijriah. Selanjutnya juga matematika dapat menjadi penentu arah kiblat, dan penentuan waktu shalat.

-b). Matematika dengan kegiatan shalat: Matematika adalah hal yang berkaitan dengan waktu dan banyaknya rakaat shalat wajib atau sunah. Contoh matematika penting yaitu ketika seorang imam shalat tetapi tidak dapat menghitung jumlah rakaat, maka akan kacau. Begitu juga penentuan waktu shalat yang memerlukan perhitungan sistematis.

-c). Matematika dengan kegiatan puasa: Pada kegiatan puasa tentu saja ada kegiatan sahur, imsak, berbuka puasa, dan berapa hari atau lama kita berpuasa. Itu semua berkaitan dengan matematika dimana kita harus menentukan waktu.

-d). Matematika dengan kegiatan zakat: Dalam melakukan pembayaran zakat tentu saja kita butuh matematika. Karena pembayaran zakat semuanya membutuhkan rumus dan juga perlu dihitung agar hasilnya akurat dan adil sesuai dengan hukum islam.

-e). Matematika dengan kegiatan haji: Kegiatan haji memerlukan perhitungan. Seperti, tawaf yang dilaksanakan sebanyak 7 kali, lempar jamrah sebanyak 7 kali 3, dan masih banyak lagi. Apabila kita tidak dapat menghitungnya maka ibadah kita tidak sesuai dengan ketentuan yang Allah buat.

Kontribusi matematika sebagai ilmu hitung atau ilmu pasti memberikan banyak kemudahan dalam memahami dan mengamalkan ajaran islam. Karena setiap bidang kehidupan manusia tidak akan terlepas dari matematika, bahkan hal terkecil sekalipun.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita