Selasa, 28/04/2026, 23:27:11
Membuka Ruang Setara: Upaya Yayasan Disabilitas Menempa Kemandirian Lewat Kreativitas
YAYASAN DISABILITAS TEGAL BAHARI
LAPORAN IWANG NIRWANA

Puluhan peserta yang terdiri dari siswa SLB dan masyarakat umum berkumpul dalam balutan kegiatan "Outbound & Kreativitas Ecoprint" di kawasan Bumi Perkemahan Pantai Alam Indah (PAI), Kota Tegal. (Foto: Dok/Iwang)

....pendampingan terhadap penyandang disabilitas harus dilakukan secara berkelanjutan...

PanturaNews (Tegal) - Di tengah deru pembangunan kota, isu inklusivitas sering kali masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Peluang bagi penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja, bukanlah sekadar tentang pemberian kuota, melainkan tentang kesiapan ekosistem dan rasa percaya diri individu itu sendiri.

Menyadari bahwa kemandirian memerlukan pengawalan ekstra, Yayasan Disabilitas Tegal Bahari, Kota Tegal, konsisten hadir sebagai jembatan untuk memastikan potensi mereka tidak terhenti pada keterbatasan fisik atau mental.

Hari Minggu 26 April 2026, semangat inklusi tersebut terpancar nyata di kawasan Bumi Perkemahan Pantai Alam Indah (PAI), Kota Tegal. Puluhan peserta yang terdiri dari siswa SLB dan masyarakat umum berkumpul dalam balutan kegiatan "Outbound & Kreativitas Ecoprint".

Acara ini bukan sekadar ajang bermain, melainkan upaya kolektif untuk membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas.

Yayasan Disabilitas Tegal Bahari, yang bermarkas di Slerok Jl. Arimbi I No.5, Kejambon, Kec. Tegal Tim., Kota Tegal, telah menjadi rumah bagi harapan sejak tahun 2018. Di bawah kepemimpinan Aris Aditya Resi, yayasan ini terus bergerak aktif. Aris menegaskan bahwa pendampingan terhadap penyandang disabilitas harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami tidak hanya ingin mereka ada, tapi kami ingin mereka berdaya. Setiap Sabtu dan Minggu, kami rutin mengadakan kegiatan agar mereka terus terasah, baik secara motorik maupun sosial, tidak banyak bahkan hampir tidak ada peluang peluang penyandang disabilitas dalam dunia kerja.”

“Hanya 1% itupun dengan tingkat rendah. sedang tingkat tinggi hampir tidak ada peluang" ujar Aris Aditya Resi selaku Penanggung Jawab Yayasan.

Kegiatan hari ini dirancang dengan memadukan unsur seni dan fisik. Salah satu agenda utamanya adalah pembuatan Ecoprint media tas kanvas, di mana para peserta belajar mentransfer warna dan bentuk daun ke media kain totebag. Hasil karya ini menjadi simbol bahwa dari tangan-tangan istimewa ini, dapat lahir produk bernilai ekonomi dan estetika tinggi.

Selain seni, keceriaan pecah saat sesi outbound dimulai. Dipandu oleh koordinator pelaksana Nia Apriliani, para peserta mengikuti berbagai lomba ketangkasan, antara lain: Estafet dan Mencari Benda, Menyusun Menara & Mencocokan Sepatu, Halang Rintang, Makan Bersama & Hiburan.

"Kegiatan ini dilakukan ketika ada event tertentu setidaknya 2x dalam setahun. Adapun kegiatan rutin kami di basecamp dilakukan setiap sabtu dan minggu. Kegiatan ini juga sebagai wujud berbagi keceriaan kepada sesama" ucap Nia selaku koordinator pelaksana kegiatan.

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari peran para volunteer atau relawan yang dengan sabar mendampingi setiap tahapan kegiatan. Debi Apriliyani Tanjung, salah satu relawan yang hadir sejak pukul 07.00 WIB, mengaku sangat berkesan bisa terlibat langsung.

"Ada kebahagiaan tersendiri melihat tawa mereka saat berhasil menyusun menara atau melihat motif daun muncul di kain. Terlibat di sini membuat saya sadar bahwa dukungan moral adalah hal paling berharga yang bisa kita berikan untuk mendukung langkah mereka di masyarakat," ungkap Debi.

Melalui kegiatan yang berlangsung hingga tengah hari ini, Yayasan Disabilitas Tegal Bahari berharap masyarakat semakin terbuka dan memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan berpartisipasi aktif dalam dunia kerja maupun sosial di masa depan.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita