Senin, 16/01/2023, 11:51:00
Pendidilkan Karakter Dimulai Dari Keluarga
Oleh: Pandu Apriyanto
--None--

PENDIDIKAN karakter sangat penting dalam proses pendidikan (pembelajaran). Pendidikan karakter anak di sekolah tidak terlepas dari peran orang tua di rumah. Maka dari itu peran orang tua lebih utama dan sangat penting untuk membangun karakter pada anak-anak mereka saat di rumah.

KBBI 1991 menerangkan Sistem Pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai objek tertentu secara lebih spesifik.

Teoritis dan praktisnya harus berazaskan Pancasila, dan secara spesifik mengejawantahkan gambaran kebijakan, rumusan formal dan oprasional seperti yang tertuang dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS yaitu: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritul keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan  dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Jhon Dewey: Berpendapat bahwa Pendidikan adalah proses pengalaman (karena hidup adalah pertumbuhan). Oleh karenanya Pendidikan berperan dalam membantu pertumbuhan batin tanpa dibatasi usia, proses ini disesuaikan berdasarkan frasenya.

Sedangkan karakter berasal dari Bahasa Yunani,charassein,yang artinya ‘mengukir’Jadi Pendidikan karakter adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk menumbuhkan suatu sifat,akhlak,serta budi pekerti pada seseorang supaya berbeda dengan orang lain.dalam berbagai literatur,kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang yang didaduhului oleh kesadaran dan pemahan akan menjadi karakter seseorang, dikutip dari buku Pendidikan karakter dan desain karakter oleh Dr.Zubaedi, M.Ag., M.Pd. dan Abdullah Munir.

Dengan menyadari bahwa karakter adalah sesuatu yang sulit diubah, maka tidak ada pilihan orang lain bagi orang tua kecuali membentuk karakter anak sejak usia dini. Jangan sampai orang tua kedahuluan orang lain, lingkunngan misalnya. Ini sangat berbahaya! jika karakter buruk sudah terbentuk maka susah untuk mengubahnnya,butuh waktu,pikiran, serta energi yang sangat banyak.

Ketika seseorang diusia kecilnya dapat dikatakan sebagai anak yang rajin beribadah, disiplin, serta taat kepada orang tua, namun setelah dewasa ketika  kita bertemu dengannya kita tidak mendapati sifat-sifat yang pernah melekat ketika waktu kecilnya.sebaliknya, kita melihat bahwa sifatnya berubah seratus delapan puluh derajat.

Rupannya perjalanan hidup mengubah sifat baiknya, mungkin faktor ekonomi keluarga, lingkungan, dan pendidikan yang didapat dari orang dewasa telah menajdi penyebab utama perubahan karakter seseorang.

Membentuk Karakter Anak Dengan Perintah Dan Larangan.

Orang tua merasa cukup dengan menerapkan perintah dan larangan yang ketat untuk membentuk karakter anak. Dengan perintah dan larangan yang banyak dan sering, lama-lama anak akan terbiasa dengan kebiasaan dan karakternya. Inilah anggapan yang paling umum diyakini oleh orang tua, akibatnya di rumah sering terjadi perselisihan antara orang tua dan anak. Sebab anak tidak mengerti kenginan orang tuanya.

Perlu kita mengerti perintah dan larangan sebagain yang sangat kecil dalam pembentukan karakter anak. Perintah dan larangan hanya membantu anak untuk mengerti mana yang benar dan mana yang salah. Hal pertama yang harus kita tanamkan adalah menamkan kesadaran pada anak tentang pentingnya sebuah kebaikan. Contoh anak  perlu tahu mengapa ia harus membuang sampah pada tempatnya, dan anak harus tau juga mengapa dia harus membeci perilaku membuang sampah sembarangan.

Setelah anak diberi tahu tentang kesadaran dan pemahaman berjalan, anak juga dibimbing tentang tindakan nyata dari orang tua.  yang sulit bagi anak adalah menerjemahkan kebaikan yang abstrak kedalam tindakan. Contoh seorang anak diberi pemahaman oleh orang tua tentang menghormati setiap orang, baik temannya sendiri maupun teman orang tuanya.

Sikap hormat dimata anak adalah sesuatu yang sangat abstrak. konsep yang abstrak ini harus diperlihatkan telebih dahulu pada anak agar bisa diaplikasikan dikehidupan sehari-hari. Anak harus memberi tahu tentang bagaimana kepada teman sebaya, tamu, tetangga, dan kepada orang lain yang kita belum kenal.

Pendidikan yang dibangun oleh keluarga sangat dibutuhkan, sebagai bekal dikemudian hari. Disisi lain,seorang pendidik di sekolah bisa mengambil peran orang tua terhadap anak yang tidak mendapat perhatian keluarga di rumah. Dalam kondisi ini, perlu  ada figur yang positif dari lingkungan sekolah untuk membantu pembentukan karakter pada anak agar menjadi lebih baik.

Proses Pendidikan karakter ataupun Pendidikan akhlak, pertama kali dibentuk oleh keuarga, lingkungan, dan sekolah. Proses Pendidikan karakter sebagai usaha sadar dan terencana, bukan usaha yang sifatnya kebetulan. Usaha untuk membentuk,memahami nilai-nilai dan etika pada anak. Konsep Pendidikan karakter dapat dilihat pada contoh karakter mulia yang berarti memiliki potensi pengetahuan tentang potensi dirinya yang ditandai dengan niali-nilai, seperti percaya diri, dapat dipercaya, jujur, baik dan yang lainnya.

Dasar Pendidikan karakter ini, sebaiknya dimulai sejak kanak-kanak atau biasa kita sebut  usia emas pada anak-anak. Selain itu, saat usia dini, lebih mudah membentuk karakter anak. Sebab, anak -anak lebih cepat menyerap perilaku dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu lingkungan yang baik akan membentuk karakter anak yang positif.

Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses Pendidikan karakter yang sistematis diatas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang memiliki aktivitas yang cukup padat. Karena itu setidaknya Pendidikan karakter juga perlu diberikan pada anak-anak saat memasuki lingkungan sekolah, Terutama sejak anak-anak mulai masuk sekolah. Disinilah peran guru sangat penting, seperti yang sudah kita ketahui dalalm filosofi jawa disebut digugu lan ditiru, karena guru adalah orang tua ke dua di sekolah karena guru berhadapan langsung dengan peserta didik. Penanaman moral melalui Pendidikan karakter sedini

Banyak hal yang harus kita lakukan untuk membangun karakter pada anak usia dini yang diharapkan dapat mengubah dari perilaku negatif ke perilaku positif. Kita sebagai tenaga pendidik bisa menerapkan Pendidikan karakter melalui materi seperti cerita atau yang lainnya. Metode pembelajaran ini karakter ini bisa dilakukan melalui cerita-cerita keteladanan  seperti kisah nabi-nabi, sahabat-sahabat, pahlawan-pahlawan atau yang lainnya. Cara yang lain adalah dengan memberikan contoh pada peserta didik untuk melakukan hal-hal yang baik, seperti disiplin,membuang sampah pada tempatnya.

Membangun karakter merupakan proses yang berlangsung secara seumur hidup. Anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter juga. Ada tiga factor yang mempengaruhi karakter pada anak yaitu keluarga, lingkungan, dan sekolah.

Dampak Pendidikan karakter pada anak yaitu dengan adanya Pendidikan karakter pada anak, seorang anak akan cerdas dalam mengolah emosinya. Kecerdasan emosi adalah factor yang sangat penting dalam dalam mempersiapkan anak untuk menyongsong masa depan.

Karena dengan itu seseorang dapat berhasil dalam segala tantangan yang ada dalam kehidupannya, termaksuk tantangan yang ada di sekolahnya. Bisa mencegah kekerasan (bully) dalam lingkungan dan sekolah.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita