Rabu, 14/09/2022, 18:42:01
Ganjar Lakukan Pemasangan Beton Pertama Rumah Panel Korban Banjir Bandang
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

Gubernur Ganjar Pranowo melakukan pemasangan beton pertama hunian vertikal Optimis bersama warga di Desa Dukuhturi (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan pemasangan beton pertama hunian vertikal Omah panel Tingkat Milik Sejahtera (Optimis) bersama warga di Desa Dukuhturi Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, Rabu 14 September 2022. Perakitan dilakukan sebagai tanda dimulainya pembangunan hunian yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak banjir bandang Sungai Keruh.

Perakitan dimulai dengan menancapkan beton ke tanah dilanjutkan pemasangan beton panel. Adapun tiap unit rumah memiliki ukuran 4X6 meter. Jumlah totalnya ada 32 unit rumah masing-masing dua tingkat.

Salah satu warga terdampak banjir Sungai Keruh, Jeni kepada Ganjar mengucapkan berterimakasih mendapatkan unit di Omah Vertikal. Sebab kata dia rumahnya yang dahulu yang berada di bantaran rusak oleh arus sungai.

"Terima kasih kepada Pak Ganjar dan Pemerintah ada program ini. Jadi punya hunian lagi," katanya.

Pembangunan Omah Vertikal merupakan subsidi material dan pekerjaan dari Pemerintah Provinsi Jateng per unit sebesar Rp 50 juta.

Baginya, program yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu menjadi solusi bagi keluarga yang belum punya hunian.

"Jadi bantuan yang ditunggu masyarakat," katanya.

Setelah dari Bumiayu, Ganjar lantas meresmikan komplek Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) di Desa Paguyangan Kec Paguyangan yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ada 30 unit yang diresmikan bagi warga yang belum punya rumah yang terdaftar di Data Terpadu Kesehateraan Sosial (DTKS).

Penerima bantuan terdiri dari 30 kepala keluarga yang tergabung dalam Komunitas Paguyangan Bersemi terdiri dari sopir, buruh dan pedagang. Pemerintah Provinsi mensubsidi Rp 35 juta dan padat karya Rp1,8 juta untuk pembangunan. Sedangkan tanah rumah harus milik warga penerima bantuan.

Bangunan Ruspin itu dikerjakan secara kolektif, dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait. Masing-masing rumah berdiri di atas lahan berukuran 6×14 meter, dengan warna cat berbeda pada wajah bangunannya, sehingga terkesan mewah.

Menariknya dari kompek perumahan bantuan tersebut, masing-masing penerima dibebaskan untuk memilih warna cat dindingnya, sehingga suasana komplek terlihat variatif. Selain itu, tidak diperbolehkan membangun pagar rumah, serta pembatas antarrumah yang berlebihan. Hal itu guna menciptakan kehidupan yang rukun dan gayeng.

Pembangunan Ruspin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes, untuk memenuhi fasilitas yang lain. Di antaranya pemasangan listrik, jamban, dan drainase depan komplek.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita