Kamis, 08/09/2022, 14:36:16
Balita Menderita Kulit Melepuh, Membutuhkan Bantuan untuk Pengobatan
LAPORAN ZAENAL MUTTAQIEN

AF menderita penyakit kulit melepuh berairt tergeletak di kasur ditunggu kedua orang tuanya (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Seorang anak balita berinisial AF (2) menderita penyakit sejenis cacar, hampir seluruh tubuhnya tumbuh benjolan dan melepuh berair. Balita putra ketiga dari pasangan Asyaefuddin (47) dan Khunaeni (38) warga Dukuh Sambungregel RT 03 RW 03 Desa Manggis Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ini terpaksa tergeletak dikasur dan hanya menjalani perawatan seadanya di rumahnya.

Pasalnya, kedua orang tuanya tergolong tidak mampu, sehari-hari hanya bekerja secara serabutan, dan tidak setiap hari ada pekerjaan. Sehingga sangat membutuhkan uluran bantuan.

"Anak saya hanya tergeletak di kasur, penyakitnya membuat anak saya tidak bisa bermain dan hanya tiduran tiap hari," kata Khunaeni, Kamis 08 September 2022.

Menurut Khunaeni anaknya menderita sakit sejenis cacar sejak sebulan lalu, awalnya tubuh AF mengalami demam kemudian tumbuh seperti bintik luka yang makin membesar dan berair. Bermula pada bagian tangan kemudian menjalar ke hampir seluruh tubuhnya.

"Seluruh tubuh dari tangan, kaki perut dan punggungnya melepuh dan berair seperti kebakar api," ujarnya.

AF sempat dibawa ke berobat ke RSUD Bumiayu dan mendapat pemeriksaan di Poli Penyakit Kulit oleh dokter spesialis kulit. Seminggu berikutnya setelah obat habis AF juga kontrol di tempat praktek dokter spesialis kulit.

"Waktu berobat di RSUD Bumiayu tapi waktu kontrolnya datang langsung ke tempat praktek dokter kulitnya," ungkap Khunaeni.

Meski begitu penyakit AF belum membaik, bahkan terus bertambah sehingga kedua orang tua AF kebingungan. Pasalnya, saat berobat di RSUD dan kontrol dengan biaya mandiri.

"Waktu berobat di RSUD dengan biaya sendiri, karena kartu BPJSnya belum bisa digunakan," kata Khunaeni.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Sirampog telah mengunjungi AF dan meminta kedua orang tuanya untuk kembali membawanya berobatvke Rumah Sakit. Informasi nya, kartu BPJS/KIS yang semula belum dapat digunakan kini telah dapat diaktifkan.

"Katanya sekarang sudah bisa dipakai kartu BPJSnya," kata Asyaefuddin.

Meski begitu baik Asyaefuddin dan Khunaeni masih kebingungan untuk membawa anaknya beobat, karena meski berobatnya gratis tetap memerlukan transportasi dan lainnya, apa lagi jika harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita