GIGI merupakan jaringan tubuh yang mudah sekali mengalami kerusakan gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia.
Menurut Setyaningsih (2007) bahwa kesehatan gigi merupakan salah satu aspek dari seluruh kesehatan yang merupakan hasil dari interaksi antara kondisi fisik, mental, dan sosial. Aspek fisik yaitu keadaan kebersihan gigi dan mulut, bentuk gigi, dan air liur yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Kebersihan gigi dan mulut adalah keadaan gigi geligi yang berada di dalam rongga mulut dalam keadaan bersih bebas dari plak dan kotoran lain yang berada di atas permukaan gigi seperti debris, karang gigi, dan sisa makanan.
Tujuan dari menjaga kesehatan gigi yaitu,mengurangi berbagai risiko penyakit. Karena saat mengalami penyakit gusi, bakteri dari mulut bisa masuk ke aliran darah dan menghasilkan protein yang menyebabkan darah mengental. Meningkatkan kualitas hidup. Kesehatan mulut merupakan indikator kunci dari kesehatan secara keseluruhan, meliputi kesejahteraan serta kualitas hidup yang telah diakui oleh WHO.
Akibat dari menjaga kesehatan gigi yang tidak tepat ,yaitu karang gigi. Menurut Tarigan (1989) karang gigi merupakan jaringan keras yang melekat erat pada gigi yang terdiri dari bahan-bahan mineral seperti: calcium, frum, zink, cu, ni, dan lain sebagainya. Karies gigi atau gigi berlubang karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi (pit, fissure, dan daerah interproximal) hingga meluas ke arah pulpa. Penyakit periodontal atau penyakit jaringan penyangga gigi gingivitis, yaitu gusi berdarah dan radang jaringan penyangga gigi.
Pengobatan sakit gigi tergantung apa penyebab, dokter akan melakukan penambalan gigi jika sakit gigi disebabkan karena gigi berlubang. Sejalan dengan yg disampaikan oleh Alodokter (2019) bahwa bila gigi yang berlubang sudah mengalami pembusukan, dokter gigi akan membersihkan terlebih dahulu sebelum ditambal. Untuk mengatasi sakit gigi yang di sebabkan oleh infeksi bakteri, dokter gigi akan memberikan antibiotik.
Gejala pada gangguan kesehatan gigi menurut Alodokter (2019) bahwa tingkat keparahan sakit gigi sangat beragam, mulai dari nyeri ringan yang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, hingga nyeri parah yang tidak tertahankan. Nyeri akibat sakit gigi pun dapat terasa tajam, berdenyut, atau seperti ditusuk-tusuk. Bengkak di gusi sekitar gigi yang sakit, bengkak pada rahang dan wajah, bau mulut yang tidak sedap.
Manfaat pemeriksaan gigi dilakukan 6 bulan sekali. Pemeriksaan kesehatan gigi yang dilakukan secara dini membantu kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan dan penyakit yang menyerang gigi dan mulut. Gangguan kesehatan pada gigi yang sering terjadi dan terlambat terdeteksi adalah masalah gigi berlubang.
Dalam pemeriksaan gigi meliputi berbagai macam bentuk alat dan fungsi, yaitu Nierbeken memiliki fungsi sebagai tempat diletakkannya alat-alat kedokteran gigi. Alat ini dapat disterilisasi untuk menghilangkan bakteri dan virus yang menempel. Kaca mulut berfungsi untuk melihat kondisi gigi yang tidak dapat dilihat dengan mata langsung, sonde. Fungsinya yaitu untuk memeriksa apakah ada gigi yang berlubang dengan cara menggerakkannya pada permukaan gigi, pinset berfungsi untuk menjepit atau mengambil barang yang kecil sehingga memudahkan dokter gigi, eskavator digunakan untuk mengambil sisa makanan, kotoran, atau membersihkan area gigi berlubang.
Penyebab tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut, penelitian yang dilakukan oleh peraturan menteri kesehatan (2015) bahwa konsumsi gula berlebih konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula secara berlebihan dapat memicu terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan pada gigi dan mulut. Bakteri dalam mulut mengubah gula menjadi asam yang dapat mengikis enamel pada gigi. Semakin tinggi tingkat konsumsi gula dalam sehari maka semakin tinggi pula resiko untuk mengalami karies gigi. Merokok meningkatkan resiko terjadinya penyakit pada gusi dan kanker mulut. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan noda pada gigi (staining), napas berbau tidak sedap, kehilangan gigi permanen, dan kehilangan sensitivitas pada indera perasa dan penciuman. Buruknya perilaku dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan terbentuknya plak dan meningkatkan perkembangan bakteri dalam mulut. Perilaku membiarkan plak pada gigi maka mendorong terjadinya kerusakan pada gusi dan gigi.
Upaya pencegahan kesehatan gigi yaitu menyikat gigi, menurut Putri dkk (2010) mengatakan bahwa menyikat gigi adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras maupun lunak. Waktu dan frekuensi menyikat gigi, menyikat gigi sebaiknya setiap kali setelah makan dan malam sebelum tidur, cara menyikat gigi yang benar.
Sejalan dengan yang di sampaikan oleh Yudhit (2014) ada dua macam teknik pemeriksaan, yaitu radiografi intra oral dan radiografi ekstra oral pemeriksaan gigi dan jaringan sekitarnya dengan radiografi yang filmnya diletakkan di dalam mulut pasien. Pemeriksaan intra oral merupakan pokok dari radiografi kedokteran gigi. Di dalam radiografi ini terdapat ada beberapa tipe yaitu radiografi periapikal, radiografi bitewing, radiografi oklusal. Radiografi ekstra oral adalah pemeriksaan radiografi yang digunakan untuk melihat area yang luas pada tengkorak kepala dan rahang. Pada radiografi ekstra oral film yang digunakan diletakkan diluhur rongga mulut. Terdapat beberapa jenis tipe, yaitu radiografi panoramik, radiografi lateral jawa, radiografi sefalometri, radiografi postero-anterior, radiografi antero-posterior, radiografi proyeksi water’s.
(Septianni Nuraini Fadillah adalah mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah)