Mahrifatun memperlihatkan Eco Enzyim permentasi sampah menjadi obat luar pada Pelatihan pemanfaatan sampah di Sekolah Laut Sakila Kerti PAI. (Foto: Dok/Joh)
“Ingat hanya bisa digunakan untuk obat luar, tidak untuk diminum karena bahan bakunya sampah,”
PanturaNews (Tegal) - Makin berkembangnya ilmu pengetahun dan tutorial di media sosial, sampah organik terutama dari kulit buah-buahan disulap menjadi obat luar (kulit).
Hal itu terungkap saat TBM-PKBM Sakila Kerti bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, ASOBSI (Asosiasi Bank Sampah Indonesia) dan Komunitas Eco Enzym Nusantara Chapter Tegal mengadakan pelatihan pemanfaatan sampah di Sekolah Laut Sakila Kerti PAI, Kota Tegal, Minggu 13 Februari 2022.
Pelatihan pemanfaatan sampah di Sekolah Laut Sakila Kerti PAI, bertepatan dengan diperingatinya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Ismail Fahmi mengatakan, pelatihan Eco Enzyim ada kaitanya dengan pendidikan, agar siswa peduli dengan sampah.
“Ternyata sampah juga ada manfaatnya, jika diproses dengan benar. Ini contohnya sampah organik disulap menjadi obat luar,” kata Fahmi.
Menurutnya, dari pemanfaatan sampah bisa menjadi barang-barang bernilai dan berharga. Selain itu, dengan mengolah sampah, maka secara tidak langsung sampah yang berakhir pada TPS ataupun TPA jumlahnya sudah terkurangi sehingga mencegah terjadinya penumpukan sampah.
“Masyarakat juga bisa mendapatkan penghasilan dari pengelolaan sampah yang benar. Melalui pelatihan yang diadakan, diharapkan bisa menambah ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan sampah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.
Mahrifatun Ketua Komunitas Eco Enzyim mengatakan sampah yang digunakan untuk membuat Eco Enzyim adalah sampah organik dari kulit buah, namun yang tidak keras seperti kulit durian, kulit salak, tidak bergetah seperti kulit nangka, duku dan tidak berlemak seperti kulit alpokat atau kelapa.
“Contoh kulit buah yang bisa diolah menjadi eco enzyim seperti kulit jeruk, kulit semangka, kuit melon dan sebagainya,” kata Mahrifatun.
Lebih lanjut kata Mahrifatun, kulit buah yang sudah dipilih masukan ke wadah, kasih air dan gula merah (gula aren) kemudian dipermentasi selama 3 bulan. Selanjutnya disaring dan dimasukan ke dalam botol.
“Ingat hanya bisa digunakan untuk obat luar, tidak untuk diminum karena bahan bakunya sampah,” ungkap Mahrifatun.
Selain sampah kulit buah, sampah sayuran juga bisa gunakan namun hanya 25 persen. Karena sayuran jika dipermentasi akan bau sampah, beda dengan kulit buah baunya harum.
Pengelola TBM-PKBM Sekolah Laut Sakila Kerti Dr Yusqon mengatakan, TBM-PKBM Sakila Kerti sejak lama peduii dengan sampah. Hal itu dibuktikan siswa Sakila Kerti membayar uang sekolah dengan sampah.
Kebetulan hari ini, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dan soal sampah menjadi unggulan dan ekstra kulikuler warga belajar di TBM-PKBM Sakila Kerti.
“TBM-PKBM Sakila Kerti memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, dengan menggelar pelatihan pengolahan sampah menjadi Eco Enzyim yang ternyata bisa mengobati penyakit luar (kulit) atau untuk capaia-capai,” terang Yusqon.
Yusqon menilah bahwa sampah bisa menjadi berkah dan sampah bisa menjadi emas. Karena hasil dari karya warga belajar nantinya ditabung di bank sampah dan dari pegadaian akan mendapat emas berapa pun nilai rupiahnya.