lustrasi
PanturaNews (Tegal) - Para penyair Tegal yang tergabung dalam wadah Komunitas Sastrawan Tegalan, mendapat penghargaan. Bentuk penghargaannya yakni sejumlah puisi berbahasa Tegalan mereka, diterbitkan Balai Bahasa Jawa Tengah berjudul Republik Tegalan.
Buku ini merupakan salah satu dari sekian banyak wujud dukungan terhadap upaya pengembangan bahasa lokal di daerah masing-masing. Antologi Puisi Republik Tegalan ini berisi 87 puisi berbahasa Jawa Tegalan ditulis oleh 33 penyair.
Diharapkan apa yang disajikan di dalam buku ini, selain untuk menyongsong “Dina Laire Sastra Tegalan pada 26 November”, juga bermanfaat bagi khalayak luas dalam upaya membangun peradaban yang konstruktif dan humanis.
Rencana peluncuran buku selain di Semarang, juga di Tegal di bulan Desember 2018.
Puisi yang dimuat dalam Antologi Puisi Republik Tegalan adalah karya dari:
Lanang Setiawan, Maufur, Dhenok Harti, Tambari Gustam, Mi' roj Adhika, Mohammad Ayub, Apito Lahire, Ipuk NM Nur, Makmuri, Gaharu, Jayeng Jaladara, Endhy Kepanjen, Dhimas Riyanto, Yono Daryono, Atmo Tan Sidik, Julius Nur Hussein.
Budi Priyanto, Abdullah Sungkar, Dwi Ery Santoso, Tofik Richadi, Nilam Rahma Cahya, Apas Khafasi, Untung Purwadi, Arief Turatno, Kurnia Effendi, Tommy Aziz, Didi Kaha, Setiyiwati, Alfi Inayah, Gani Albara, Raharjo, M. Faizal Umar, M. Khamdani.