Kepala BNN Kota Tegal, AKBP Drs Windarto (Foto: Nino)
PanturaNews (Tegal) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa air rebusan pembalut wanita tidak mengandung zat Narkotika, Psikotropika serta Zat Adiktif lainnya.
Hal itu berdasarkan hasil investigasi dan uji laboratorium BNN dari lima merk pembalut wanita yang dibeli secara acak untuk sampling, dan semuanya negatif tidak mengandung Napza maupun halusinogen.
Kepala BNN Kota Tegal, AKBP Drs Windarto, SSt. MK, Selasa 13 November 2018 mengatakan hasil investigasi sementara terkait maraknya pemberitaan efek halusinogen atau Fly pada kandungan air rebusan pembalut wanita, dinyatakan negatif.
Sebab, dari hasil investigasi, assesment, dan uji lab tidak menunjukkan adanya indikasi zat Napza maupun halusinogen seperti marak diperbincangkan dari temuan sejumlah remaja yang mabuk di Jawa Tengah belum lama ini.
"Efek halusinogen yang dialami, pada dasarnya hanya sebatas sugesti karena sebelumnya remaja tersebut disinyalir sudah mengkonsumsi zat-zat adiktif lainnya," ungkapnya.
Terkait efek halusinogen (nge fly-red), lanjut Windarto, tidak akan terjadi pada semua orang terlebih bagi orang normal yang belum pernah menggunakan narkotika sebelumnya.
Menurutnya, kemungkinan terjadinya efek halusinogen sifatnya sugesti yang muncul dari pengalaman bawah sadar setelah meminum air rebusan pembalut wanita. Meski begitu, jika memang ke depan terindikasi adanya pelanggaran atau penyalahgunaan Napza sesuai UU Narkotika maka akan dilakukan penegakan hukum sesuai aturan.
Pihaknya berharap, masyarakat juga bisa berpartisipasi aktif dalam melaporkan jika ada indikasi konsumsi air rebusan pembalut wanita di Kota Tegal untuk ditindaklanjuti.
"Upaya pencegahan, terus kami lakukan dengan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan tidak wajar tersebut," tandasnya.