Ilustrasi proyek pembangunan Polder. Inzat: Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, H Hadi Sutjipto SH.
PanturaNews (Tegal) - Sejumlah fasilitas masyarakat seperti jalan dan jembatan di lokasi proyek Polder blok Bayeman, Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Jawa Tengah, banyak mengalami kerusakan akibat hilir mudiknya kendaraan proyek. Demikian disampaikan
anggota Komisi III DPRD Kota Tegal dari Fraksi PAN Peduli Rakyat, H Hadi Sutjipto SH, Rabu 23 Juni 2010.
“Dengan banyaknya kerusakan yang diakibatkan kendaraan proyek, maka pihak rekanan penggarap Polder tahap dua PT Duta Mas Indah harus bertanggungjawab untuk memperbaikinya,” kata Tjipto.
Sementara, berdasarkan pengamatan Komisi III, pembangunan Polder dalam kondisi terlambat dari jadwal yang ditentukan. Sebab, pada tinjauan lapangan sebelumnya 09 Juni 2010 lalu pembangunan Polder tahap dua itu baru mencapai 12 persen. Padahal dalam skedul seharusnya sudah mencapai 23 persen. Sedangkan kondisi saat ini pembangunan Polder sesuai skedul seharusnya sudah 30 persen, akan tetapi kenyataannya baru 20 persen.
Lebih jauh Tjipto menjelaskan, proyek Polder tahap 2 tersebut memakan anggaran APBD 2010 hingga Rp 710 juta dengan masa kontrak mulai 15 April hingga 15 September.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Tegal, Ir Gito Mursriyono saat dikonfirmasi mengatakan, semua kerusakan yang diakibatkan adanya proyek Polder merupakan hal yang lumrah dan tentunya itu akan diperbaiki. Terkait dengan akses jalan dan jembatan yang rusak, tentunya akan dipikirkan pihak DPU.
“Ya terang saja, di lokasi tersebut kan sedang ada proyek Polder , pasti sedikit banyak akan berdampak terhadap kondisi bangunan maupun fasilitas lain yang sudah ada sebelumnya. Namun yang jelas nanti akan diperbaiki,” tegas Gito.