Pemain Persab dikawal ketat pemain Persis GR pada laga di Stadion Manahan Solo, Minggu (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Solo) - Persab Brebes kalah atas Persis Muda Gotong Royong (GR) Solo dengan skor 2-1, dalam laga akhir putaran pertama Grup A Liga 3 Jawa Tengah 2017, di Stadio Manahan Solo, Jawa Tengah, Minggu 23 April 2017 sore kemarin.
Meski tim berjuluk Laskar Jaka Poleng ini mengucapkan selamat atas kemenangan di laga kandangnya. Namun demikian, kemenangan yang diraih tim asuhan Eduard Tjong dinilai karena keberuntungannya dibela wasit asal Magelang, Sutikno.
Pelatih Persis Muda GR Solo, Eduard Tjong mengatakan, harusnya anak-anak asuhnya menang dengan jumlah gol cukup banyak. Mengingat banyak peluang gol yang nyaris diciptakan sepanjang laga babak pertama maupun kedua bergulir.
"Anda lihat sendiri kan, ada beberapa peluang gol di babak pertama maupun kedua. Harusnya kami bisa menang dengan jumlah gol banyak," kata Edu, panggilan akrabnya dalam konferensi persnya usai pertandingan.
Diakui eks Pelatih Timnas U-19 ini, di grup A merupakan pertandingan yang diisi oleh tim-tim cukup kuat. Terkait dengan kinerja wasit yang memberikan timnya hadiah penalti, sehingga terjadi insiden nyaris ricuh jelang bubaran karena adanya aksi protes keras yang dilakukan pemain Persab, dan dianggap wasit memihak timnya, ia memilih bungkam.
Ia justru menyebut apa yang dilakukan Persab, sehingga terjadi nyaris ricuh seharusnya ada pemainnya yang di kartu merah. "Saya tidak mau mengatakan soal kinerja wasit, silahkan tanya kepada Pelatih Edi Paryono," tuturnya.
Asisten Pelatih Persab Brebes, Khusnul Yaqien mengatakan, timnya sudah berusaha maksimal dengan baik untuk mengatasi tuan rumah. "Adapun terkait dengan kebobolannya sebelum akhirnya kami menyamakan kedudukan, karena salah satu pemain bek kami melakukan blunder," terangnya.
Manajer Persab Brebes, Saefudin Zuhri menambahkan, pihaknya mengucapkan selamat atas kemenangan yang diraih tuan rumah. Meski begitu, pihaknya menyayangkan atas kinerja wasit yang memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah menjelang bubaran.
"Saya rasa kemenangan tuan rumah karena keberuntungan dibantu wasit. Bukan karena tim yang hebat atau istmewa. Biasa saja, bagi saya Persis Muda GR Solo. Kemenangan tuan rumah, saya menilai juga wasit sangat berpihak sekali terhadap tuan rumah," kata Asep, panggilan akrabnya.
Alasanya, imbuh Asep, adalah ketika wasit memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah, sejatinya bukan merupakan pelanggaran hand ball. Sebab, bola sama sekali tidak menyentuh tangan salah satu pemain stopper Persab.
Bahkan, dua hakim garis juga tidak mengangkat bendera sebagai karena tanda adanya pelanggaran hand ball. Disisi lain, bola juga sudah bergerak ke tengah lapangan.
"Loh kok, dikatakan pelanggaran hand ball di kotak penalti. Ini kan jelas, sebuah keputusan wasit yang sangat berpihak kepada tuan rumah dan tentunya sangat merugikan tim kami," paparnya.
Pada putaran kedua nanti, lanjut Asep, timnya siap bangkit untuk bisa lolos dari babak penyisihan. Bahkan, pihaknya berancana akan mendatangkan beberapa pemain tambahan untuk memperkuat timnya ketika memasuki putaran kedua nanti.
"Siapa saja pemainnya, kami rahasikan dulu," tandasnya.