Minggu, 30/10/2016, 04:30:12
Pemuda Harus Menjaga Lingkungan yang Kondusif
-Laporan SL Gaharu

Hj Dewi Aryani (tengah) saat jadi pembicara pada saresehan Sumpah Pemuda di SMK Taruna Bangsa Slawi (Foto: Erin)

PanturaNews (Tegal) - Hindari perpecahan antar suku, agama, dan partai politik. Utamanya kepada ketua partai politik, dia juga berpesan agar tidak terprovokasi hal negatif. Isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) menjadi isu yang paling mudah, paling sering dimainkan dan justru sekaligus paling berbahaya bagi banyak pihak.

"Mari kita kawal demokrasi ini dengan damai. Para pemuda supaya dapat menjaga lingkungan yang kondusif pada Pilkada Kabupaten Tegal tahun 2018,” ujar Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX, DR. Hj Dewi Aryani, M.Si saat menjadi pembicara pada Saresehan Peringatan Sumpah Pemuda yang digelar Simponi Kebangsaan di halaman Gedung SMK Taruna Bangsa Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu 30 Oktober 2016 siang.

Saresehan dengan pembicara Anggota DPR RI, DR. Dewi Aryani, M.Si, Praktisi Ekonomi dari Lembaga Penjamin Simpanan, Budi Joyo dan dosen Universitas Negeri Jakarta, Suhadi ini juga dihadiri Hasan Munawar mewakili Bupati Tegal, Wakil Walikota Tegal HM Nursoleh, Sekda Kabupaten Tegal Haron Bagas Prakosa, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tegal, Rustoyo, Ketua Anshor Kabupaten Tegal, Sarifudin dan sejumlah organisasi kepemudaan.

Hj Dewi Aryani menegaskan, pada pelaksanaan tahapan Pilkada, isu SARA menjadi isu yang paling mudah, paling sering dimainkan dan justru sekaligus paling berbahaya bagi banyak pihak. SARA adalah isu yang sangat kritikal bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Potensi-potensi disintegrasi mulai terlihat. Janganlah sampai, Indonesia mengalami perpecahan karena isu-isu SARA yang sangat tidak bertanggungjawab. Semua pihak harus menahan diri, berfikir dengan kritis dan tenang untuk mencari solusi-solusi konstruktif dari persoalan-persoalan bangsa ini,” paparnya.

Dengan Pilkada yang damai, lanjut Hj Dewi Aryani, maka akan mendapatkan kepala-kepala daerah yang kompeten dalam menjalankan birokrasi dan pembangunan di wilayahnya. Kepaka daerah akan mampu menggerakkan seluruh potensi masyarakat yang ada, serta memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga masyarakat.

“Wakil rakyat yang duduk di gedung parlemen Kabupaten Tegal, agar mampu membentuk Perda yang mensejahterakan masyarakat. Bentuklah Perda untuk kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat," pesanya.

Sementara Pendiri Simponi Kebangsaan, Marsinggih mengatakan sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakkan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini adalah kristalisasi semangat guna menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Untuk itu, dia menghimbau kepada seluruh pemuda agar turut aktif membesarkan bangsa ini.

"Pemuda adalah agen perubahan yang diharapkan mampu mengatasi tiga pokok permasalahan bangsa, yaitu merosotnya wibawa bangsa, lemahnya sendi perekonomian bangsa, dan toleransi serta krisis kepribadian bangsa," ujarnya.

Bupati Tegal, Enthus Susmono dalam sambutanya yang dibacakan Hasan Munawar, mengatakan sarasehan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, diharapkan dapat menggugah dan membangkitkan pemuda yang disatukan dengan ideologi bangsa. Bupati tidak ingin pemuda masa kini terhanyut dengan arus globalisasi, seperti narkoba maupun pergaulan bebas.

"Harapan kami, para pemuda dapat meneruskan cita-cita pendiri bangsa ini," kata Bupati Tegal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita