Bupati Brebes (kiri) saat meninjau pembangunan gedung rawat inap RSUD Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa Tengah, Hj. Idza Priyanti SE melakukan kegiatan pemantauan terhadap proyek pembangunan gedung rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Brebes, Senin 17 Oktober 2016.
Hadir dalam pemantauan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi perkembangan pembangunan gedung rawat inap RSUD tahap pertama ini, selain dari jajaran direksi RSUD Brebes, juga sejumlah kepala SKPD setempat, termasuk pihak rekanan PT Sinar Cerah Sempurna, selaku penggarap serta tamu undangan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Idza Priyanti mengatakan bahwa proyek pembangunan gedung rawat inap empat lantai di RSUD Brebes ini, sudah memasuki 80 persen proses pengerjaannya.
"Sejak dibangun tiang pancang pada 14 Februari 2016 lalu, hingga sampai saat ini pembangunan gedung rawat inap empat lantai di RSUD Brebes ini, sudah memasuki 80 persen proses pengerjaannya," ujar Idza.
Pihaknya optimis proses pengerjaannya akan bisa selesai pada 7 Desember 2016 mendatang, meski dalam kontrak kerjanya harus ditarget selesai pada 14 Desember 2016 mendatang.
"Target ini sesuai dengan janji yang disampaikan oleh PT Sinar Cerah Sempurna, selaku penanggung jawab proyek pembangunan gedung rawat inap empat lantai RSUD Brebes," tutur Idza.
Meski begitu, orang nomor satu di Kabupaten Brebes ini, mengingatkan kepada PT Sinar Cerah Sempurna agar dalam proses pengerjaannya itu benar-benar bisa sesuai target. Dengan harapan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa diberikan dengan baik.
"Kami ingin agar gedung rawat inap empat lantai RSUD Brebes yang menelan anggaran sebesar Rp 60 milyar ini, nanti juga benar-benar bisa menjadikan rujukan bagi pasien. Sehingga nantinya pada 2017 mendatang, yang rencana akan dilanjutkan kembali pembangunanya dengan biaya sekitar Rp 80 milyar dari APBD Brebes, benar-benar sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat atau pasien," kata Idza.
Idza berharap RSUD Brebes nantinya bukan hanya sebagai tempat rujukan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. Melainkan, juga bisa menjadi salah satu ikon atau destinasi wisata.
"Jadi ikon Kabupaten Brebes, nantinya bukan hanya terkenal dengan bawang merah atau telur asinnya saja. Tetapi RSUD Brebes ini, nantinya juga diharapkan bisa menjadi ikonnya," tutur Idza.
Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana mengatakan, pihaknya menjamin bahwa proyek gedung pembangunan rawat inap empat lantai itu, akan bisa diselesaikan sesuai dengan target, yakni pada 7 Desember 2016 mendatang.
"Mohon doa restunya saja, semoga pelayanan kesehatan RSUD Brebes setelah nantinya selesai dibangun, bisa terlaksana dengan baik sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat. Tentunya kami juga membutuhkan kritik maupun saran demi peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Brebes ini," paparnya.
Sementara perwakilan dari PT Sinar Cerah Sempurna menambahkan, dengan sisa waktu 52 hari kalender, maka ditargetkan penyelesaian pekerjaan per minggu mencapai lebih dari 3 persen.
"Begitu juga untuk pekerjaan sipil dan arsitektur bisa dikejar dengan penambahan jumlah tenaga kerja dan waktu kerja. Sementara, untuk pekerjaan ME peralatan utama sebagian besar sudah siap dilokasi seperti lift, gas medis, nurse call, serta pneumatic tube dan perlatan ini bisa dibobot setelah dalam kondisi terpasang," pungkasnya.
Usai sosialisasi perkembangan pembangunan RSUD Brebes tahap pertama, dilanjutkan dengan pemantauan ke beberapa ruangan rawat inap dari mulai lantai satu hingga lantai empat.