Dokumen
PanturaNews (Brebes) - Musim mudik lebaran yang biasanya menjadi berkah tersendiri bagi pedagang telur asin, namun justru tidak sedikit yang merugi akibat kendaraan pemudik yang dialihkan melalui tol Brebes Timur.
Terkait keluhan pedagang telur asin, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti SE berencana akan menyurati Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Isi suratnya adalah agar kedua Kementria itu bisa menyediakan lahan khusus untuk oleh - oleh khas Brebes, seperti telur asin dan bawang merah. Ini agar pedagang khas oleh - oleh Brebes tetap bisa berjualan, khususnya pada musik mudik lebaran,” ujar Idza Priyanti, Minggu 17 Juli 2016.
Meski saat ini sudah tersedia lahan rest area, namun kata Idza, dinilai masih kurang memadai. Apalagi berada di jalur yang dilintasi kendaraan dari arah barat.
“Hal ini yang membuat kesulitan pedagang oleh -oleh khas Brebes pada saat arus balik lebaran,” ungkap Idza.
Diberitakan sebelumnya, iImbas dibukanya tol Brebes Timur atau yang disebut Brexit bagi kendaraan pemudik, membuat pusat oleh-oleh telur asin yang ada disepanjang pantura Brebes, seperti jalur pantura Desa Pebatan,Pesantunan dan Klampok, sepi pembeli.
Bahkan, akibat sepinya pembeli, penjualan telur asin selama arus mudik dan balik lebaran ini, mengaku mengalami penurunan hingga 60 persen dan tidak sedikit telur yang membusuk hingga pedagang telur asin merugi hingga puluhan juta rupiah, bahkan bisa terancam bangkrut.
Lani, salah seorang penjual telur asin, mengatakan, kondisi tersebut berbeda jauh dengan saat arus mudik dan balik lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana pedagang telur asin mengalami kenaikan omset penjualan.