Kamis, 14/07/2016, 08:38:55
Imbas Brexit, Pusat Telur Asin Terancam Bangkrut
-Laporan Takwo Heriyanto

Calon pembeli sedang melihat-lihat telur asin di pusat penjualan oleh-oleh khas Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Imbas dibukanya tol Brebes Timur atau yang disebut Brexit bagi kendaraan pemudik, membuat pusat oleh-oleh telur asin yang ada di sepanjang jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, seperti jalur pantura Desa Pebatan, Pesantunan dan Klampok, sepi pembeli.

Bahkan, akibat sepinya pembeli, penjual telur asin selama arus mudik dan balik lebaran ini, mengaku mengalami penurunan hingga 60 persen dan tidak sedikit telur yang membusuk, sehingga pedagang telur asin merugi puluhan juta rupiah.

Lani, salah seorang penjual telur asin, mengatakan kondisi tersebut berbeda jauh dengan saat arus mudik dan balik lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana pedagang telur asin mengalami kenaikan omset penjualan.

“Tapi saat ini penurunan penjualan telur asin antara 25 persen hingga 60 persen. Tidak hanya itu, banyak juga telur asin yang busuk karena dalam jangka waktu lama tidak bisa terjual habis, hingga kami sebagai pedagang mengalami kerugian kisaran 30 hingga 40 juta rupiah,” ujar Lani, pedagang telur asin yang ada di pusat oleh-oleh khas Brebes, Desa Pebatan, Kamis 14 Juli 2016.

Sementara, pedagang teluir asin lainnya, Drajit mengatakan, pengalihan arus kendaraan pemudik yang melalui tol Brebes Timur membuat arus kendaraan yang melalui jalur arteri pantura Brebes menjadi berkurang.

Menurutnya, polisi seharusnya memperhatikan nasib pedagang telur asin, yakni dengan tidak mengalihkan kendaraan pemudik melalui tol Brebes Timur, akan tetapi melalui exite tol Brebes Barat, sehingga bisa melintasi pusat oleh-oleh di Brebes.

“Sebagai perwakilan dari para pedagang telur asin Brebes, saya berharap jika kendaraan pemudik dialihkan melalui tol Brebes Timur, Pemkab brebes juga seharusnya menyediahkan lahan dipinggir tol untuk mebuat rest area, khusus bagi pedagang telur asin yang ada. Karena jika dibiarkan, pedagang telur asin memperkirakan dalam satu dua tahun ke depan, banyak yang terancam bangkrut atau gulung tikar,” tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita