Rabu, 01/06/2016, 08:28:48
Kodim 0713 Brebes Gelar Upacara Lahirnya Pancasila
-Laporan Takwo Heriyanto

Upacara hari lahirnya Pancasila di lapangan Markas Kodim Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Kodim 0713/Brebes, Jawa Tengah, menggelar upacara hari lahirnya Pancasila, di lapangan Markas Kodim setempat, Rabu 01 Juni 2016. Upacara diikuti seluruh prajurit Kodim 0713 Brebes, Polri Brebes, jajaran Pemkab Brebes, PNS Kodim 0713/Brebes dan FKPPI Brebes. Sebagai Inspektur Upacara Kaminvet Brebes, Mayor Inf Ustadi Rahmad.

Sedangkan, sebagai Komandan Upacara dijabat oleh Danramil 07/Bulakamba Kapten Inf Turiman. Kemudian, Perwira Upacara dijabat Pasipers Kapten Arh Nediono dan  Pembaca UUD’45 Sertu Dirsono.

Dalam sambutannya, Inspektur Upacara Kaminvet Brebes, Mayor Inf Ustadi Rahmad menyampaikan bahwa, setiap pada 1 Juni adalah peringatan hari lahirnya Pancasila. Dimana, kita semua memahami bahwa Pancasila merenjadi Ideologi dasar Negara.

Selain itu, juga falsafah hidup bagi bangsa Indonesia, yang merupakan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu pendiri bangsa dan sekaligus meneguhkan hati kita terhadap eksistensi Pancasila.

Dikatakannya, Pancasila sebelumnya telah dirumuskan pada 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945. Dimana tiga tokoh tersebut, yakni Muhammad Yamin, Mr. Soepomo dan Ir. Soekarno yang tergabung dalam Badan Penyidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI)untuk memberikan suatu gagasan kepada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)  pada 1 Juni 1945  oleh Ir. Soekarno.

"Diberi nama Pancasila, ini menjadi titik awal bahwa Pancasila diakui sebabagai dasar dan Ideologi Negara, sehingga pada 1 Juni di tetapkan sebagai Hari Kelahiran Pancasila," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai generasi penerus perlu menaruh rasa hormat dan bangga terhadap para pendahulu pendiri bangsa. Terutama yang tergabung dalam PPKI yang telah mengemban tugas mulia dan telah berjuang sampai Indonesia mencapai jaya Kemerdekaan Indonesia hingga sekarang ini.

Dia menjelaskan, semua juga mengetahui bahwa perumusan dan penyusunan Pancasila diwarnai tarik menarik berbagai kepentingan. Namun, para pendiri bangsa telah menunjukan  ketauladannnya kepada semuanya bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan dengan dilandasi rasa mementingkan kepentingan umum bisa mengalahkan kepentingan pribadi dan kelompok.

"Pancasila bukan untuk dipelajari dan dihafalkan. Tetapi Pancasila harus diamalkan dan diterapkan agar dalam sikap, tutur kata dan perbuatan sehari-hari tercermin nilai-nilai Pancasila. Pendek kata setiap perbuatan yang baik dan benar, itu adalah cerminan warga Negara Indonesia. Sebagai Prajurit Sapta Marga dan PNS yang berpanca Prasetya Korpri,  tentunya kita wajib hukumnya unutk memulai memelopori memberi contoh dan tauladan kepada masyarakat di lingkungan kita," tuturnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita