Minggu, 22/05/2016, 07:49:49
Petani Senang, Jalan Setapak Kini Sudah Diaspal
-Laporan SL Gaharu

Para petani dan warga menyambut gembira adanya jalan baru di tengah sawah Desa Kepunduhan (Foto: Pendim Tegal)

PanturaNews (Tegal) - Semula yang ada adalah jalan setapak di tengah sawah yang menghubungkan Desa Kertaharja dan Desa Ketilang, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kini pemandangan itu sudah berubah wajah. Tak ada lagi jalan setapak sepanjang 573 meter itu yang ditumbuhi rumput dan tanah merah.

Wajahnya berganti menjadi jalan keras selebar 3 meter yang lurus mengikuti kontur tanah. Ya, jalan setapak di tengah sawah itu sudah berubah total setelah digarap secara gotong royong oleh warga bersama anggota TNI dan instansi terkait, dalam kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-96 tahun 2016 di wilayah Kodim 0712/Tegal.

Demikian diungkapkan Dandim 0712/Tegal, Letkol Inf Hari Santoso, S.Sos melalui Pasiter Dim 0712/Tegal, Kapten Arh. Asep Koswara di lokasi TMMD di Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu kemarin.

“Impian warga selama bertahun- tahun agar jalan setapak itu dikeraskan kini sudah terwujud. Tak ada lagi kesulitan bagi warga untuk mengusung hasil panen menuju pasar seperti yang dialami dulu. Sebab, kendaraan roda empat dan roda dua kini bisa leluasa melintas dan mendekati sawah maupun ladang, untuk mengangkut hasil panen menuju pasar,” tutur Kapten Arh. Asep Koswara.

Menyambut adanya jalan baru, petani asal Desa Kepunduhan, Kecamatan Kramat, Sugiarto sangat senang. Menurutnya, dengan adanya TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), dapat membantu kelancaran kegiatan petani untuk menjual hasil panenya ke pasar.

Dengan adanya jalan baru, ongkos produksi pertanian menjadi lebih irit. Pasalnya, ongkos angkut yang semula mahal bias dipangkas. Sebelumnya untuk mengangkut hasil panen harus melalui jalan memutar, sehingga menambah biaya. Tapi dengan adanya jalan baru, bias langsung diangkut dari sawah ke rumah atau pasar.

 ”Sekarang kan tidak perlu memutar lagi, potong kompas. Otomatis lebih irit. Mobilitas ke pasar juga lebih mudah. Mayoritas petani di sini menjual hasil buminya ke pasar ,” ujar Sugiarto.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita