Sosialisasi pengembangan usaha garam rakyat tahun 2016 di Pendopo Kabupaten Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Untuk meningkatkan harga garam di pasaran, diperlukan pengelolaan manajemen yang tepat dan benar. Salah satunya dengan penyeragaman kualitas produksi garam itu sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mempersatukan petak-petak tambak garam yang dimiliki oleh para petani ada.
Sebab, hasilnya selain dapat menyamakan kualitas garam dengan menyatukan tambak garam yang ada, juga mampu menghemat biaya produksi yang dikeluarkan oleh para petani garam tersebut.
Demikian disampaikan oleh Kasubit Air Laut Non Energy dan BMKT Kementrian Kelautan dan Perikanan RI , Muhammad Zaki pada acara sosialisasi pengembangan usaha garam rakyat (PUGAR) tahun 2016 di Pendopo Kabupaten Brebes, Selasa 22 Maret 2016.
Menurutnya, penggunaan teknologi yang modern, seperti teknologi ulil filter dan penggunaan geomembran yang didukung dengan pembangunan gudang industrialisasi pengolahan garam, juga mampu menjadikan kualitas garam lebih baik dan menjadikan harga jual akan semakin meningkat.
Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE dalam sambutanya menyampaikan produksi garam yang dihasilkan para petani garam di Brebes sudah memiliki kualitas yang cukup baik dibandingkan dari daerah lain.
"Tinggal bagaimana kita mencari cara agar harga garamnya juga semakin baik sehingga mampu memberikan kesejahteraan bagi para petaniny," ujar Idza Priyanti.
Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan perikanan Kabupaten Brebes Tandi, A.Pi., MM mengatakan, sosialisasi pengembangan usaha garam rakyat ini, di ikuti oleh 80 orang perwakilan petani garam yang tersebar di wilayah pantura brebes.
Tujuan dari acara tersebut antara lain guna membahas segala permasalahan kegiatan usaha garam rakyat dimana yang sangat utama adalah harga garam yang dirasa masih rendah dan belum setabil.
Hadir dalam acara tersebut Kepala SKPD terkait, Camat dan Kades wilayah Pantura, Tim Teknis Pugar serta Se anggota Petani Garam Rakyat dan tamu undangan lainya.