Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) – Puluhan hektar tambak di Desa Randusanga Wetan Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah, hilang akibat diterjang abrasi. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi tersebut terjadi sejak tahun 1980-an sampai sekarang. Sayangnya, selama ini Pemkab Brebes tidak tanggap atas keluhan warga.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi abrasi yang lebih parah lagi, warga secara swadaya menanam pohon mangrove, namun belum maksimal sehingga tetap saja terkena abrasi.
Menurut Kepala Desa (Kades) Randusanga Wetan, Amir Mahmud, ketika dikonfirmasi PanturaNews, Kamis 22 April 2010, membenarkan bahwa puluhan hektar tambak milik warganya hampir setiap tahun hilang diterjang abrasi. Dalam setiap tahunnya, daratan yang hilang terkena abrasi rata-rata sekitar 100 meter.
Menurutnya, akibat abrasi itu, rumah penduduk di desanya selalu terancam, karena kondisi abrasi yang semakin parah. “Warga di sini sangat khawatir kalau abrasi yang terus melanda akan mengancam tempat tinggal atau rumahnya, karena kondisi pantai yang semakin menjorok ke daratan, “ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan agar tidak terjadi abrasi yang semakin parah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes perlu membangun penahan pemecah gelombang. Sayangnya, usulan dari warga yang disampaikan melalui musrenbang tidak direalisasikan. Jika, kondisi tersebut dibiarkan, setiap tahunnya warga merugi karena tambaknya hilang akibat abrasi tersebut.
“Kami tidak habis pikir, mengapa Pemkab Brebes tidak merealisasikan usulan warga untuk membangun penahan pemecah gelombang. Jelas, warga sangat kecewa sekali, karena usulan itu sudah lama diajukan tapi hingga sekarang tidak pernah direalisasikan,” ujarnya
Sementara, Rudi (38) salah satu warga yang tambaknya hilang diterjang abrasi menuturkan, Pemkab Brebes mestinya memperhatikan keluhan warga atau masyarakat untuk segera membangun penahahan pemecah gelombang.
“Masa, ada daerahnya yang sedang terkena abrasi, kok Pemkab tidak cepat tanggap. Apa harus menunggu abrasi lebih parah lagi, kemudian baru ditanggapi?,” cetusnya.