Kamis, 21/01/2016, 06:44:10
Tangguh, Koperasi dan UMKM Siap Hadapi MEA
-Laporan Takwo Heriyanto

Rakor Koperasi dan UMKM se Karesidenan Pekalongan-Banyumas di Hotel Grand Dian Brebes (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak takut menghadapi pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016. Sebab, Koperasi dan UMKM telah terbukti tangguh dalam menghadapi gejolak ekonomi apapun, termasuk datangnya MEA.

“Kita tidak bisa membendung atau menghalangi datangnya tenaga kerja maupun produk asing masuk ke Indonesia, karena konsekwensi dari pemberlakuan MEA, tetapi Koperasi dan UMKM tidak takut,” terang Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ir Gayatri Indah Cahyani MSi diselan rapat koordinasi (Rakor) Koperasi dan UMKM se Karesidenan Pekalongan dan Banyumas di Hotel Grand Dian Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Kamis 21 Januari 2016.

Namun demikian, kata Gayatri, koperasi dan UMKM tidak tinggal diam. Justru harus membentenginya dengan peningkatan kualitas. Dalam artian kualitas produk maupun kualias sumber daya manusia. Semisal kemasan harus cantik, design elegan, permodalan tercukupi. Termasuk pelatihan bagi pelaku ekonomi itu sendiri agar memiliki ketrampilan dan jiwa wirausahawan yang tangguh.

Kelemahan yang dimiliki para pelaku UMKM, lanjutnya, adalah tidak menjaga kontinuitas dan kualitas. Kita sering melihat kebohongan yang sering dilakukan para pedagang kita, semisal ketika menyusun buah yang bagus berada diatas sedangkan yang busuk tetap diikutkan dengan meletakan diposisi dibawahnya.

“Kalau penjual sudah dibohongin maka selanjutnya sungkan untuk membeli produk itu lagi,” kata Gayatri.

Disamping itu, pelaku UMKM harus mampu melihat pasar yang mau disasar. Mensasar pasar yang berkualitas ya harus menyediakan barang yang berkualitas pula. Yang tidak kalah penting adalah penguasaan Teknologi Informasi (TI). Pemasaran, pemesanan maupun transaksi sudah banyak menggunakan TI, apalagi sudah lintas Negara. “Kalau pelaku UMKM kita masih gagap teknologi maka akan terlindas juga,” ucapnya.

Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi, kata Gayatri tidak jemu-jemu mengadakan pelatihan bahkan sudah berlangsung sejak 1990, termasuk pelatihan TI bagi para pelaku UMKM. “Sampai tahun 2014/2015, sekitar 4000 orang pelaku UMKM se Jateng lebih telah mendapatkan pelatihan tentang Koperasi, UMKM dan TI,” tandasnya.

Gayatri menambahkan, data terakhir pada akhir 2015 jumlah Koperasi di Jawa Tengah sebanyak 27.996 unit, di mana 22.825 unit (81,52 %) masih aktif. Sedangkan jumlah UMKM 107.353 unit. UMKM yang bergerak di bidang perdagangan 37.135, sector pertanian 18.955 unit dan sector jasa 13.480 serta non produksi 37.135.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Brebes, Sutejo SE menjelaskan, rakor diikuti Kepala Dinas Koperasi dan UMKM se eks Karesidenan Pekalongan dan Banyumas atau Bakorwil III yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, Pekalongan, Tegal, Pemalang, Brebes, Batang, Kota Pekalongan dan Kota Tegal.

Untuk Kabupaten Brebes, lanjutnya, juga tidak takut menghadapi MEA. Apalagi Koperasi dan UMKM di Brebes pertumbuhannya sangat tangguh. Terbukti mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia yang salah satu factor pendorongnya adalah meningkatnya pertumbuhan dan kekokohan Koperasi dan UMKM Brebes.

“Brebes juga mendapatkan prestasi sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi tingkat Nasional,” pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita