Selasa, 15/09/2015, 06:00:00
Diseruduk Babi Hutan, Tiga Warga Terluka Serius
-Laporan Zaenal Muttaqin

Salah warga yang diseruduk babi liar terbaring menjalani pengobatan di Rumah Sakit (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Tiga warga terluka akibat serudukan babi hutan di Dukuh Karangdempul RT 04 RW 07 Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 15 September 2015 sekitar pukul 11.00 WIB.

Tiga warga itu yakni, Agus Jenal (37) dan Halimi (60) keduanya warga Karangdempul, terpaksa harus menjalani perawatan di RSU Muhammadiyah Siti Aminah, akibat lukanya yang cukup serius. Agus Jenal mengalami luka robek pada bagian paha kaki kiri dan pipi kanan dekat mulut setelah diseruduk babi hutan. Halimi mengalami luka di lengan tangan kiri dan harus menjani jahitan.

Sementara Roni (35) yang warga Dukuh Penyingkir Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, hanya mengalami luka ringan di telapak tangan kanannya. "Saya bermasksud menolong Jenal dan Halimi tapi disruduk juga," kata Roni.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, terlukanya tiga warga itu bermula saat munculnya babi hutan di pemukiman warga Dukuh Karangdempul, Desa Jatisawit. Agus Jenal dan Halimi semula bermaksud menangkapnya dengan menggunakan tambang setelah hewan liar itu dijebak di halaman rumah warga, tapi terjatuh dan diseruduk.

"Babi sudah sempat masuk halaman rumah, tapi saya terpeleset ketika akan mengikatnya dan saya diseruduk," kata Agus Jenal.

Babi hutan diduga berasal dari hutan di sekitar Bumiayu dan masuk ke pemukiman warga, karena di hutan sulit mendapatnya makanan akibat kemarau panjang dan kekeringan. Hewan liar bertaring tajam itu tiba-tiba muncul di tengah perkampungan, sehingga membuat warga ketakutan.

Setelah dilakukan pengejaran, babi hutan pun akhirnya terjebak di lorong antara dua tembok rumah warga dan dilumpuhkan dengan senjata api oleh petugas dari Polsek Bumiayu.

Kapolsek Bumiayu, AKP Joko Witanto SH membenarkan adanya tiga warga yang terluka akibat serudukan babi hutan yang masuk ke pemukiman warga. Pihaknya langsung mengambil tindakan melumpuhkannya dengan menggunakan senjata api jenis pistol.

"Babi hutan terpaksa ditembak dengan senjata api karena membahayakan dan telah melukai warga," katanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita