Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Memasuki musim kemarau yang cukup panjang, lahan sawah pertanian di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terancam kekurangan air. Hal itu menyusul turunnya debit air di Waduk Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.
"Saat ini debit air di Waduk Malahayu yang normalnya 20 ribu meter per kubik, sekarang tinggal 11 ribu meter per kubik. Sehingga areal sawah pertanian di lima kecamatan yang memanfaatkan air dari Waduk Malahayu ini bisa kekurangan air," ujar Kepala Dinas Pengairan dan ESDM Kabupaten Brebes, Ir Slamet Riyadi, Senin 3 Agustus 2015.
Lima Kecamatan tersebut, kata Slamet, yakni Kecamatan Banjarharjo, Ketanggungan, Kersana, Tanjung dan Losari. Namun demikian, pihaknya sudah bisa mengantisipasi agar areal sawah pertanian di lima kecamatan tersebut dapat memanfaatkan air dari Waduk Malahayu.
"Antisipasinya adalah dengan sistem bergiliran empat sampai selama enam hari. Jadi, nantinya areal sawah pertanian bisa memanfaatkan air dari Waduk Malahayu. Ini sudah dilakukan seperti tahun sebelumnya," tuturnya.
Pihaknya berharap agar para petani yang berada di lima kecamatan itu bisa memanfaatkan air dari Waduk Malahayu, yakni dengan sistem pola tanam yang berbeda.
"Contohnya, jika petani usai panen menanam padi, maka selanjutnya bisa dialihkan dengan menanam bawang. Dengan demikian kebutuhan air akan selalu tercukupi," terangnya.
Dia menambahkan, meski debit air di Waduk Malahayu sudah mengalami penurunan hingga tinggal 11 ribu meter per kibik, namun masih bisa dimanfaatkan untuk mengairi area sawah pertanian hingga pada Oktober 2015 mendatang.
"Insya Allah sampai pada Oktober 2015 mendatang, air di Waduk Malahayu masih bisa dimanfaatkan untuk area sawah pertanian di lima kecamatan tersebut," pungkasnya.