PanturaNews (Brebes) - Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih sekitar satu setengah tahun mendatang, atau tepatnya pada awal Februari 2017, namun rencana pencalonan Indra Kusuma muncul reaksi bahkan kritikan dari sejumlah kader partai politik (parpol).
Seperti yang disampaikan oleh kader PDI Perjuangan asal Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Darto. Dia yang pernah menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Larangan ini, mengkritik rencana pencalonan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes, Indra Kusuma di ajang Pilkada Brebes yang akan digelar awal Februari 2017 mendatang.
Dia menilai keingingan Ketua Partainya untuk kembali maju dalam bursa Pilkada 2017, juga dianggap kurang tepat. Pasalnya, saat ini sudah ada kader muda yang siap untuk maju kembali di Pilkada nanti.
"Tanpa mengurangi rasa hormat, saya menyarankan agar Ketua Partai dalam hal ini Bapak Indra Kusuma untuk legowo, memberikan kesempatan untuk yang kedua kalinya kepada kader muda yang sudah terbukti mampu memenangkan Pilkada lalu," pinta Darto, Minggu 2 Agustus 2015.
Menurutnya, kebesaran hati seorang pemimpin untuk memberikan kesempatan kepada kader muda, juga akan berdampak positif pada suara partai di Pilkada nanti. Namun sebaliknya, apabila Ketua Partai memaksakan diri untuk maju sebagai calon bupati, hal ini dikhawatirkan akan merusak suara partai.
"Dengan kata lain suara partai akan terpecah belah, hingga akhirnya berbuntut pada kekalahan seperti yang terjadi saat Pilkada Kabupaten Tegal," terangnya.
Sebagai kader partai yang sudah aktif sejak tahun 96, dia berharap Ketua Partai jangan mudah terpengaruh dengan lobi-lobi politik atau bujukan dari pengurus partai lain. Sebab, manuver tersebut dilakukan hanya untuk memecah suara partai.
"Saya sudah mengetahui adanya pihak lain yang kini mulai mempengaruhi ketua partai," ucapnya.
Dia juga menilai Kader PDI Perjuangan, Hj Idza Priyanti dan Narjo merupakan kader potensial yang bisa kembali memenangkan bursa Pilkada nanti. Apalagi, selama memimpin keduanya telah berhasil merealisasikan 6 pilar program unggulan, yakni memberikan santunan kematian, santunan kepada RT-RW, santunan kepada guru ngaji, hafidz-hafidzah serta perbaikan infrastruktur jalan.
Senada dengan Darto, kader PDI Perjuangan asal Ketanggungan, Agus Riyanto menganggap Hj Idza Priyanti masih layak untuk maju kembali di Pilkada nanti.
Selain sukses merealisasikan program 6 pilarnya, yang bersangkutan juga dianggap memiliki kepedulian yang tinggi kepada pengurus ranting. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembagian bingkisan bagi pengurus dan kader partai di wilayah Ketanggungan menjelang lebaran kemarin.
"Meski hanya berupa sarung, tapi ini membuktikan kalau dia (Idza-red) masih memiliki kepedulian terhadap kader partai yang ada di tingkat ranting," pungkasnya.
Selain mengkritisi rencana Indra Kusuma yang ingin maju di pertarungan Pilkada, pihaknya juga mengkritisi keberadaan Kantor DPC PDI Perjuangan yang berada di Jalan Taman Siswa Brebes yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.
"Di AD-ART partai tidak ada istilah PDIP, yang benar adalah PDI Perjuangan. Atas kesalahan itu, saya meminta agar tulisan tersebut diganti sesuai dengan yang tercantum dalam AD-ART," terangnya.