Bupati Brebes mengamati batu akik asli Brebes yang masih dalam bentuk bongkahan (Foto: Zaenal Muttaqin)
PanturaNews (Brebes) - Bupati Brebes, Jawa tengah, Hj Idza Priyanti SE berjanji akan bantu pengrajin batu akik untuk kembangkan usahanya. Pernyataan ini disampaikan saat membuka acara Pameran Batu Akik se-Brebes bagian selatan di Rest Area Sakalibel di kawasa Jalan Lingkar Kecamatan Bumiayu, Jumat 20 Maret 2015.
"Potensi batu akik di Kabupaten Brebes cukup bagus, kita akan bantu untuk dapat berkembang dan maju," katanya Idza.
Menurutnya, potensi batu akik di Brebes tidak kalah dengan yang ada di daerah lain, bahkan batu akik di Brebes memiliki kekhasan tersendiri dan dapat menjadi daya tarik dan keunggulan tersendiri. Batu akik juga menjadi kearifan lokal tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Brebes sehingga perlu dijaga kelestariannya melalui sosialisasi pada masyarakat.
"Bilaperlu kita akan upayakan para PNS di Brebes ini nantinya bisa memakai batu akik untuk perhiasan, tapi untuk yang ini perlu kita kordinasikan dengan pihak-pihak terkait," terang Idza.
Dikatakan, untuk lebih memasyarakatkan batu akik perlu sosialisasi kepada masyarakat secara luas. Langkah itu dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat Brebes, terutama para pengrajin batu akik dan ini juga dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat pula.
"Dengan boomingnya batu akik telah membuka lapangan pekerjaan tersendiri bagi masyarakat, ini salah satu nilai positifnya," ucap Idza.
Pemkab Brebes juga akan mengupayakan pembinaan bagi pengrajin batu akik melalui dinas terkait. Bila perlu juga diadakan pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan para pengrajin mengembangkan keterampilan usahanya.
"Pelatihan atau pembinaan untuk para pengrajin dapat dilakukan melalui dinas terkait, seperti perindustrian," tutur Idza.
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Batu Akik, Ahmad Muamar mengatakan, pameran rencananya digelar selama tiga hari, Jumat - Minggu 20 - 22 Maret 2015. Pameran diikuti 24 peserta baik pengrajin maupun kolektor atau pedagang dari Kabupaten Brebes. Beberapa peserta dari Kabupaten tetangga seperti Banyumas, Tegal dan Cirebon juga ikut berpartisipasi.
"Sebelumnya ada 30 lebih peserta yang mendaftar tapi sampai pembukaan ada 24 peserta, mereka yang tidak hadir karena ikut pameran di tempat lain yang pelaksanaannya bersamaan," katanya.
Muamar menambahkan, pameran digelar dengan maksud untuk mengembangkan potensi batu akik di Kabupaten Brebes yang sangat banyak. Pada kesempatan pameran itu cukup banyak batu akik khas Brebes yang dipamerkan, salah satu yang cukup terkenal adalah batu Bulu Jingkang yang tidak ada di daerah lain.
"Bulu Jingkang ini salah satu batu akik yang ada di Brebes dan hampir setiap kecamatan di Brebes ini juga memiliki batu akik tersendiri," katanya.