Minggu, 08/02/2015, 04:39:57
Banjir Kiriman Genangi 5 Kelurahan di Margadana
-Laporan SL Gaharu

Walikota Tegal menyambangi warga korban banjir di Kecamatan Margadana (Foto: BagHumas)

PanturaNews (Tegal) - Hujan lebat yang mengguyur seharian, akibatkan lima kelurahan di Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, tergenang banjir. Kelurahan yang tergenang banjir kiriman dari bendung Pesayangan pada Jumat 6 Februari 2015 malam antara lain Krandon, Kaligangsa, Sumurpanggang, Margadana dan Kalinyamat Kulon.

Dampaknya, sekitar 430 KK sulit beraktivitas karena air menggenangi jalan-jalan dan pekarangan sekitar rumah mereka. Bahkan air masuk ke beberapa rumah memiliki lantai rendah hingga mata kaki.

Atas insiden itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal sigap menghadapi banjir yang menggenai 5 kelurahan di Kecamatan Margadana itu. Pemkot telah menyalurkan bantuan dan menyiapkan dapur umum, perahu karet dan tempat pengungsian bila warga harus diungsikan.

“Air masuk dari selatan sekitar jam 7 atau 8 pagi. Ketinggian air di dalam rumah sampai mata kaki. Kami ada yang mengungsi ke rumah saudara,” ungkap Khaerudin, warga RT 06 RW 04 Krandon yang rumahnya berada di utara rel kereta.

Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno, Sabtu 7 Februari 2015 langsung turun ke lokasi dan mengkoordinir penanganan korban banjir dan upaya mengurangi genangan air. Walikota juga menyerahkan bantuan berupa 100 nasi bungkus dan mie instan saat mengunjungi warga yang terkena dampak banjir.

Ketika bertemu warga, Walikota mensosialisasikan agar warga mengungsi di Kantor Kecamatan Margadana jika air terus meninggi. “Kalau diperlukan mengungsi sudah disiapkan tempat mengungsi di Kecamatan Margadana,” kata Walikota kepada warga yang didampingi Plt. Sekda Kota Tegal, Dyah Kemala Sintha, SH, Kepala DPU Kota Tegal Sugiyanto ST MT, Kepala Satpol PP Hartoto, Kepala Kesbangpolinmas Soeripto, Camat Margadana Siswoyo, jajaran Muspika dan lurah-lurah yang wilayahnya

tergenang .

Walikota juga berkesempatan mengecek keadaan Polder Bayeman yang diharapkan dapat mengurangi debit genangan air. “Kita sosialisasikan kepada masyarakat untuk berjaga kaitannya jika air benar-benar tinggi untuk mengungsi ke Kecamatan, sementara tempat

pengungsian disiapkan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ungkap Camat Margadana.

Selain dapur umum yang disediakan Pemkot, warga di RW 03 berinsiatif mendirikan dapur umum secara swadaya di depan rumah salah satu warga dan di SDN Kaligangsa 3. Untuk membantu kelancaran dapur umum, DPU Kota Tegal menambah lampu penerangan di beberapa dapur umum yang didirikan. Saat mensosialisasikan langsung kepada warga, Walikota juga meminta Ketua RT dan RW untuk mengkoordinir warga agar mengungsi jika diperlukan.

Untuk mengurangi debit genangan air, Walikota yang berkesempatan meninjau Polder Bayeman, meminta Polder Bayeman yang difasilitasi empat mesin pompa agar difungsikan semaksimal mungkin.

Kepala DPU Kota Tegal, Sugiyanto ST MT menyebutkan banjir kiriman akibat dibukanya bendungan sungai di Jembatan Abang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal menimbulkan dampak luas di Kecamatan Margadana.

“Informasi dari RT dan RW sebanyak 430 KK terkena dampak. Air datang karena dari bendung Pesayangan yang elevasinya di ambang batas, sehingga dilepas mengakibatkan banjir di Kota Tegal. Harapan kita diatas hujan tidak turun lebat,” ungkap Sugiyanto.

Untuk mengurangi debit air genangan, DPU Kota Tegal sudah menempatkan empat personel yang berjaga 24 jam dengan empat mesin pompa air telah dioperasionalkan sejak Jumat malam pukul 23.00 WIB.Namun permasalahannya air buangan dari Polder Bayeman tidak bisa mengalir ke sungai.

“Permasalahannya sungai Gangsa dan Sibelis mendapat kiriman dengan debit tinggi sehingga meluap. Ini berdampak buangan air dari polder tidak lancar,” ungkap Sugiyanto.

Mengenai genangan di sisi Kota Tegal lainnya, Sugianto mengatakan untuk di sebelah utara Margadana atau di Jl. Abdul Syukur ke utara Sabtu (07/2) kemarin, terdapat saluran-saluran yang menghambat jalannya air karena ada penyempitan akibat pembangunan Poltrans.

“Kami lebarkan dengan alat berat sehingga genangan air intensitasnya berkurang. Demikian juga dengan di Kelurahan Mintaragen, saluran induk kita bersihkan karena banyaknya sampah-sampah. Sehingga meskipun di daerah timur terjadi genangan namun intensitasnya tidak terlalu lama.,” tutur Sugiyanto.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita