Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Ir. Masruchi Bachro mengatakan, sejauh ini banyak petani mengeluh mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di daerahnya.
"Kalau memang kelangkaan pupuk bersubsidi itu memang terjadi, maka pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes harus segera mengantisipasi sedini mungkin, yakni dengan melakukan pemantauan di lapangan," ujar Masruchi, Jumat 6 Pebruari 2015.
Dia menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah sejatinya sudah sesuai dengan tingkat kebutuhan petani.
"Akan tetapi secara administrasi dinas Pemkab Brebes terkait harus melakukan pengawasan secara ketat di lapangan. Sehingga, jangan sampai nantinya ada kata-kata kelangkaan pupuk bersubsidi itu," tuturnya.
Dia menambahkan, sejauh ini HKTI belum ada keluhan dari para petani yang menyebutkan pupuk bersubsidi sulit didapatkan. Namun demikian, pihaknya akan melakukan pemantauan di lapangan.
Upaya pemantauan dilakukan untuk mengetahui apakah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi yang diajukan para petani sesuai kebutuhan atau ada alokasi lain.
"Yang pasti jangan sampai RDKK pupuk bersubsidi yang telah diajukan petani sesuai dengan kebutuhan, tapi dialihkan ke alokasi yang lainnya. Kalau RDKK pupuk bersubsidi yang diajukan petani sesuai dengan ketentuan pemerintah, maka tidak akan terjadi kelangkaan pupuk," paparnya.