Jasad koeban bunuh diri terbujur kaku di rumahnya sebelum dimakamkan. (FT: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Carto (32), warga RT 01 RW 08 asal Desa Klampok Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruangan tengah rumahnya. Korban gantung diri menggunakan tambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, Carto yang berprofesi sebagai calo atau penyalur bawang merah ini, diduga gantung diri karena merasa ditipu oleh pembeli yang kabur ke luar kota. Padahal korban sudah memberikan uang sebesar Rp 40 juta dari pembeli lainnya. Karena korban tidak menunjukan bawangnya dan merasa didesak untuk mengembalikan uang sebesar Rp 40 juta itu, akhirnya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Menurut salah satu saksi, Rikwan yang juga sebagai mertua Carto, kali pertama yang mengetahui menantunya gantung diri padsa Senin pagi pukul 08.30 WIB, adalah istri korban yang bernama Yanti (27) usai pulang membutik bawang dari Pasar Klampok.
"Yanti saat pulang ke rumah tiba-tiba l menjerit histeris. Karena penasaran saya masuk ke dalam rumah. Namun ketika masuk, Carto sudag tergantung dengan tambang yang diikat di leher," kata Rikwan.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga. Warga juga satu-persatu mendatangi rumah korban hanya ingin melihat kondisinya. Kini, korban yang dikaruniai dua anak ini, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.
Ditempat terpisah Kapolres Brebes, AKBP Beno Louhenapessy, SIk, MH melalui Kapolsek Wanasari, AKP Parimin ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa korban meninggal murni karena bunuh diri. Dikatakannya, ciri-ciri korban terdapat luka di bagian lehernya, air mani dan kotoran keluar dari alat kelamin. Barang bukti (BB) berupa tambang yang digunakan korban gantung diri disimpan untuk dijadikan alat bukti kepolisian.