Minggu, 14/12/2014, 11:51:01
Walikota Buka Konferensi XXI PGRI Kota Tegal
-Laporan SL Gaharu

Walikota Tegal membuka Konferensi XXI PGRI Kota Tegal Tahun 2014 (Foto: BagHumas)

PanturaNews (Tegal) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tegal, Jawa Tengah, kembali melaksanakan konferensi untuk memilih ketua dan pengurus PGRI periode 2014-2019. Walikota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno berkesempatan membuka Konferensi XXI PGRI Kota Tegal Tahun 2014 di Aula SMK N 1 Tegal, Minggu 13 Desember 2014.

Hadir dalam konferensi ini Ketua PGRI Jawa Tengah Drs Adi Prasetyo SH MPd dan Wakil Ketua PGRI Kota Tegal Periode 2009-2014 H. Surono SPd. Selain memilih ketua dan pengurus PGRI periode selanjutnya, konferensi ini membahas pertanggung jawaban pengurus periode 2009-2014 dan menyusun program kerja untuk periode 2014-2019.

Menurut Surono, program kerja PGRI yang belum terealisasi adalah pembangunan gedung PGRI. Saat ini PGRI telah memiliki dana Rp 457 juta dari anggota. Namun permasalahannya PGRI belum memiliki tanah untuk membangun gedung tersebut. “Masalahnya untuk lokasinya dimana,” ungkap Surono yang menyebut anggota PGRI Kota Tegal saat ini berjumlah 2.796 guru, baik guru negeri maupun swasta.

Dikatakan Surono, untuk pengadaan tanah PGRI meminta bantuan Pemkot Tegal yang saat ini dipimpin oleh Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno. “Andai gedung PGRI Kota Tegal bisa terwujud, menjadi sejarah yang tidak pernah terlupakan,” ungkap Surono.

Menanggapi hal tersebut, Walikota meminta PGRI untuk selalu mengikuti aturan, mengikuti mekanisme dan bersabar karena Walikota akan memperjuangkannya.

Sementara di Kampus STIMIK Kota Tegal, Walikota menghadiri pembukaan Training of Trainer (TOT) Muharrik Masjid NU se Eks Karesidenan Pekalongan dan Launching Gerakan Infak Sodaqoh untuk Masjid dan Masyarakat (GISMAS) se-Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU). Acara ini dibuka oleh Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU dan dihadiri Bupati Tegal, Enthus Susmono, Ketua PC NU Kota Tegal H. dr Abdal Hakim Tohari dan tamir masjid NU se-Kota Tegal.

Said Agil saat membuka acara membeberkan mengenai peran aktif NU dalam memperjuangan, mempertahankan dan merebut kembali tanah air Indonesia dari kaum penjajah. Karena berjuang untuk tanah air hukumnya adalah fardu ain, sehingga menjadi wajib bagi setiap orang. Apalagi sebagai manusia, telah diberikan kebenaran dalam cara beragama dan cara berbangsa dan bernegara.

Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno dalam sambutannya menghimbau pengurus masjid untuk memeriahkan masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah saja, tetapi masjid digunakan sebagai pusat peradaban. Selain itu masjid dapat difungsikan sebagai tempat silaturahmi, dakwah dan syiar Islam.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita