Kamis, 16/10/2014, 06:28:23
Dikeluhkan, Irigasi Sekitar Proyek Jalan Tol Rusak
-Laporan Takwo Heriyanto

Rakor monitoring evaluasi pembangunan tol Pejagan-Pemalang (Foto: Takwo Heriyanto)

Panturanews (Brebes) - Akibat pembangunan jalan tol Pejagan-pemalang yang melintasi sejumlah desa di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyebabkan saluran irigasi pertanian rusak. Atas kondisi tersebut, mereka mendesak kepada pelaksana pembangunan tol untuk segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat pekerjaan proyek tersebut.

Seperti yang disampaikan, Kepala Desa (Kades) Krasak, Kecamatan Brebes, saat rapat koordinasi (rakor) monitoring evaluasi pembangunan tol Pejagan-Pemalang, di ruang rapat Setda Pemkab Brebes, Kamis 16 Oktober 2014.

Dihadapan Asisten Setda Pemkab Brebes, Suprapto dan Perwakilan PT Waskita Tollroad Pejagan-Pemalang serta pihak terkait yang hadir dalam rakor tersebut, Kades Krasak, Tanuri mengatakan, di desanya ada tujuh titik saluran irigasi yang terkena tol dan kini kondisinya telah diratakan. Atas kondisi tersebut, warganya meminta salurah irigasi diberi akses agar bisa tetap mengalir ke utara.

"Kami minta masalah saluran ini diselesaikan sebelum musim hujan," ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Kades Pulosari, Kasanadi. Menurut dia, di wilayahnya ada tiga saluran irigasi yang terkena proyek tol. Namun, hanya satu yang keberadaannya jelas kerena terdata dalam gambar perencanaan. Kondisi saluran irigasi itu kini terpotong oleh adanya tol, ketika hujan turun aliran air tidak lancar dan menyebabkan banjir.

Karena itu, pihaknya meminta keberadaan saluran irigasi untuk dikembalikan sediakala. Artinya, jangan sampai terpotong, tetapi dibuat gorong-gorong yang memadai sehingga air dapat mengalir. "Warga kami khawatir sebentar lagi musim hujan, ketika saluran irigasi belum beres akan terjadi banjir," keluhnya.

Menanggapi hal itu, Kasi Teknis PT Waskita Tollroad Pejagan-Pemalang Seksi II, Suryo menjelaskan, terkait keluhan warga mengenai saluran, kini pihaknya sedang melakukan pendataan. Dalam pembuatan gorong-gorong juga telah disesuaikan dengan kebutuhan, bahkan diameter terkecil untuk gorong-gorong itu dibuat satu meter. Diameter itu sudah di atas kebutuhan yang sementinya.

"Sebagian gorong-gorong saluran irigasi kini sedang kami tangani. Semua keluhan warga ini kami tampung dan ditindaklanjuti untuk mencari solusi terbaik. Kami yakin dengan penanganan gorong-gorong ini ke depan tidak akan menyebabkan banjir," tuturnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita