Rabu, 15/10/2014, 07:38:05
Mencurigakan, Lima Truk Kontainer Diamankan
JOHA-Laporan Johari

Lima truk container diamankan di Mapolres Tegal Kota karena diduga bawa barang illegal (Foto: Johari)

PanturaNews (Tegal) - Diduga membawa barang illegal, lima truk kontainer diamankan petugas Polsek Sumurpangang di Jalan Raya Pantura, Sumurpanggang, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu 15 Oktober 2014. Kelima truk Nopol B 9407 UEF, L 9848 UH, L 9286 UJ, L 9152 UJ, dan L 9421 UK, kini diamankan di Mapolres Tegal Kota.

Kapolsek Sumurpangang, Kompol Usup Sumanang melalui Kanit Provost AIPTU Edi S Halilintar mengatakan, sebelumnya ada laporan dari masyarakat tentang adanya sejumlah truk container yang diduga membawa barang illegal melintas di Jalur Pantura.

Berdasarkan laporan tersebut, anggota Polsek Sumurpangang dipimpin langsung Kapolsek Sumurpanggang Kompol Usup Sumanang, melakukan pencegatan di wilayah hukum Sumurpanggang. Sekitar pukul 12.30 WIB, 5 truk yang diduga membawa barang illegal meluncur dari arah timur ke barat. Ketika diminta untuk menunjukan dokumem, ternyata sopir tidak bisa menjawab, dengan terpaksa petugas mengamankan kelima truk tersebut.

“Terpaka kelima truk itu kami amankan, karena sopir tidak bisa menunjukan dokumen, bahkan ketika ditanya barang apa yang dibawa, sopir menjawabnya tidak tahu,” kata AIPTU S Halilintar.

Kecurigaan petugas lebih yakin barang yang dibawa adalah barang illegal, setelah melihat segel yang digunakan tidak sesuai dengan segel yang dikeluarkan oleh bea cukai. “Setelah dilihat segelnya ternyata warnanya hijau, padahal segel yang dikeluarkan oleh bea cukai warnanya kuning. Ketika salah satu container dibuka ternyata isinya genset, alat kecantikan, sepatu, alat kesehatan listrik, tidak sesuai dengan dokumennya,” imbuh Edi.

Salah satu petugas Bea Cukai Tegal, belum bisa memberikan keterangan dengan alasan belum melihat dokumen dan isinya. “Waduh kami belum bisa memberikan keterangan apa-apa, karena belum tahu dokumennya bagaimana dan isinya apa, besok saja, biar bapak polisi bekerja dulu,” ujar petugas bea cukai singkat.

Menurut salah satu sopir, dirinya tidak tahu soal barang yang dibawa, karena hanya menjalankan tugas mengantar barang dari Surabaya ke Jakarta. “Saya tidak tahu isinya pak, saya cuma disuruh antar barang dari Surabaya ke Jakarta, itu urusan bos,” jawabnya dengan logat Madura.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita