Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Transaksi keuangan menggunakan fasilitas pembayaran non tunai, dinilai sangat mudah, aman dan efesien dibandingkan dengan pembayaran secara tunai. Kaitan hal itu, Bank Indonesia akan terus menerus mensosialisasikan kepada seluruh nasabah bank, agar lebih cenderung menggunakan sarana pembayaran secara non
tunai.
Hal itu disampaikan Humas Bank Indonesia Cabang Tegal, Jawa Tengah, Tulus, melalui pers rilis yang dikirim Sabtu 16 Agustus 2014.
Dalam rilis itu menyebutkan, lantaran aman dan efesiennya penggunaan sarana pembayaran non tunai, Bank Indonesia pusat pun telah meluncurkan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pada Kamis 14 Agustus 2014 di komplek Mangga Dua Mall, Jakarta. Dipilihnya lokasi di Mangga Dua Mall karena tempat tersebut merupakan representasi dari pusat transaksi keuangan tertinggi di Jakarta,
bahkan di Indonesia.
Diinformasikan, pencanangan program GNNT yang dilakukan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus WD Martowardojo itu merupakan bagian dari serangkaian HUT RI ke 69. Pencanangan GNNT diisi dengan penandatanganan nota kesepemahaman antara Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan, Pemerintah Daerah serta Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia sebagai komitmen untuk mendukung GNNT.
“Pencanangan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis dan juga lembaga-lembaga pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi keuangan, yang tentunya mudah, aman dan efisien,”tulis Tulus dalam rilisnya.
Dalam rilisnya, Humas Bank Indonesia juga menyebutkan, dibandingkan negara-negara se Asean, penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik yang dilakukan masyarakat Indonesia relative masih rendah, sementara dengan kondisi geografi dan jumlah populasi yang cukup besar, masih terdapat potensi yang cukup besar untuk perluasan akses layanan system pembayaran di Indonesia.
Untukitu, Bank Indonesia bersama perbankan sebagai pemain utama dalam penyediaan layanan system pembayaran kepada masyarakat perlu memiliki visi yang samadan komitmen yang kuat untuk mendorong penggunaan transaksi non tunai oleh
masyarakat dalam mewujudkan LCS.
“GNNT ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen non tunai, sehingga berangsur-angsur terbentuk suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai (Less Cash Society/LCS) khususnya dalam melakukan transaksi atas kegiatan ekonominya. Sebagai bentuk komitmen atas perluasan penggunaan instrumen non tunai, kami akan menjadikan GNNT sebagai gerakan tahunan yang didukung dengan berbagai kegiatan untuk mendorong meningkatkan pemahaman masyarakat akan penggunaan instrumen non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran,” tegas Agus.
Dalam rilis disebutkan, usai pencanangan GNNT, Gubernur Bank Indonesia beserta rombongan meninjau implementasi system pembayaran non tunai di Transjakarta Busway. Selain kepada penyelenggara, Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah yang mendorong implementasi pembayaran non tunai di daerah masing-masing.
”Melalui kerja sama antara Bank Indonesia, Pemerintah pusat dan daerah serta pelaku industry system pembayaran, kami yakin bahwa kedepan akan semakin banyak masyarakat yang beralih dari penggunaan instrument tunai ke instrumen non tunai dalam aktivitas ekonominya, sehingga masyarakat non tunai dapat diwujudkan,” demikian ditambahkan Agus D.W. Martowardojo.
Kedepan, dalam rangka mewujudkan system pembayaran yang efisien, aman dan andal dengan tetap menjunjung tinggi aspek perlindungankonsumen, memperhatikan perluasan akses dan kepentingan nasional, Bank Indonesia akan meningkatkan elektroni fikasi transaksi pembayaran dan peningkatan infrastruktur system pembayaran.
Dalam kerangkaitu, Bank Indonesia akan menyusun sentralisasi pembayaran utility bills dan mendorong penggunaan transaksi pembayaran Pemerintah secara elektronik dengan lebih aktif dan terkoordinasi. Untukmendukunghalini, akandikembangkan pula integrasi Electronic Bill Presentment System dan Integrasi Layanan Pembayaran antar jaringan pembayaran.