Rabu, 17/03/2010, 18:47:00
Puluhan Warga Terjangkit Virus HIV-AIDS, KPAD Tes Darah 75 PSK
AZ-Agus Zahid

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan memeriksa dan mengambil sampel darah PSK di lokalisasi Kebunsuwung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. (FT Agus Zahid)

PanturaNews (Kajen) - Sebanyak 23 warga diduga terjangkit virus HIV/Aids. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan tahun 2005 hingga 2009, ditemukan 19 kasus HIV/AIDS, 17 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara sebagai pencegahan dan sosialisasi, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Pekalongan melakukan tes darah 75 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK).

Sedangka 4 korban HIV/AID lainnya baru ditemukan pada tahun 2010. Ironisnya penderita dari kalangan ibu rumah tangga dan anak balita. "Tahun ini (2010-red) kita kembali menemukan 4 kasus HIV/ Aids, mereka ibu rumah tangga dan satu balita. Satu orang diantaranya meninggal dunia," ujar Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pekalongan, Suwondo SKM MKes, Rabu 17 Maret 2010 pukul 16.00 WIB.

Untuk menanggulangi hal serupa, Pemkab Pekalongan melakukan sosialisasi dan pemeriksaan terhadap para wanita penjaja seks di beberapa warung remang-remang se Kabupaten Pekalongan, Rabu 17 Maret 2010. Sosialisasi dan pemeriksaan dilakukan di komplek warung remang-remang Kebun Suwung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan dengan memeriksa 75 PSK. "Kita tergabung dalam Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Pekalongan yang diketuai Sekda, Ir Susiyanto MM secara rutin melakukan pemeriksaan," ujar Sekretaris KPAD, Eko Agus Setyawan

Kegiatan tersebut melibatkan SKPD seperti Dinas Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan KB, Bagian Sosial, serta LSM dan Ormas Islam.

Sosialisasi diberikan sebagai konsekuensi dari pelaksanaan Perda Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Penanggulangan HIV/ Aids, serta Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2006 tentang Komisi Penanggulan Aids Nasional (KPAN). "Kita bukanya melegalkan prostitusi, tapi sesuai PP tersebut, berkewajiban melakukan pembinaan dan pencegahan kepada masyarakat terutama yang rawan tertular Aids seperti PSK dan lain-lain. Mereka juga kita beri alat kontrasepsi sebanyak 340 lusin," lanjut Agus

Sementara Nyai Darmini dari Aisyiyah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, mengajak para PSK untuk tetap mengharap karunia dari Allah SWT agar menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat, dengan tetap mengabdi dan beribadah kepadanya. "Kami minta para PSK jangan putus asa mengharap ampunan dan kebahagiaan dari Allah SWT," harapnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita