Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Ribuan nelayan pemilik kapal se Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar) yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu (FNB), mengancam akan melakukan aksi demo ke Istana Negara, Mabes Pol-Air serta Kantor Kementrian Pertanian dan Kelautan.
Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), H. Eko Susanto saat gelar koordinasi FNB di aula KUD Karya Mina Kota Tegal, Kamis 12 Juni 2014.
Menurut Eko, demo FNB yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat itu adalah buntut dari penangkapan sejumlah kapal nelayan jenis cantrang di sejumlah tempat oleh aparat keamanan Pol-Air.
“Dalam waktu dekat kami seluruh nelayan yang tergabung dalam FNB terdiri dari nelayan Pati, Rembang sampai Indramayu akan demo ke Mabes Pol-Air di Jakarta, Kantor Kementrian Kelautan dan Istana Negara. Saat ini kami masih mengkoordinasikan dengan sejumlah perwakilan nelayan dari jajaran Pantura Jateng dan Jabar,” kata Eko.
Sementara, tokoh nelayan setempat, H Tambari Gustam menambahkan, gerakan FNB itu dipicu oleh kemarahan para nelayan terhadap tindakan berlebihan aparat keamanan laut yang main tangkap kapal nelayan.
Menurut Tambari, selama ini nelayan maupun pemilik kapal terlalu dibebani dengan aturan yang tidak masuk akal. Pemilik kapal dibebani kewajiban-kewajiban yang sudah di luar batas kemampuan, sehingga banyak pemilik kapal yang tidak sanggup dengan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah.
“Gerakan FNB ini merupakan akumulasi dari penyikapan nelayan atas penangkapan sejumlah kapal nelayan, yang dikatagorikan tidak memenuhi dokumen persyaratan penangkapan ikan. Kami berencana demo ke Jakarta agar pemerintah mau mendengar kesulitan-kesulitan kami dalam mencari ikan di laut,” kata Tambari.