Jumat, 23/08/2019, 16:30:58
Kepsek SD Dirampok, Uang Rp 52 Juta Raib
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kapolsek Brebes, AKP Harti menunjukkan kaca pintu mobil yang dipecah oleh pencuri (Foto: Takwo Heryanto)

PanturaNews (Brebes) - Kepala Sekolah SD Negeri Lengkung 2, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Mahyarudin (58), dirampok di Desa Terlangu, Kecamatan Brebes, usai mengambil uang di Bank Jateng, Jumat 23 Agustus 2019.

Perampokan yang terjadi dengan modus pecah kaca mobil itu, saat korban sedang cukur rambut.

Akibat kejadian ini uang Rp 52 juta yang akan digunakan untuk rehab, dikelas raib.

Kapolsek Brebes, AKP Harti membenarkan adanya kejadian perampokan yang korbannya adalah Kepsek SD Negeri 2 Lengkong tersebut.

Menurutnya, pelaku diduga lebih dari satu orang dan mengendarai sepeda motor. Salah satu dari pelaku, mengenakan jaket ojek online.

"Ada warga yang melihat dua orang mencurigakan. Satu dari mereka pakai jaket ojek online," terang Harti.

Harti menduga, korban sudah diintai sejak keluar dari bank. Mereka kemudian mencari kesempatan yang tepat untuk bisa mengambil uang korban. Dalam aksi ini, pelaku menggunakan keramik busi motor sebagai alat untuk menghancurkan kaca mobil.

Sementara itu, Mahyarudin mengaku sebelum kejadian perampokan, dirinya mengambil uang Rp 52 juta di Bank Jateng yang berlokasi di kawasan alun-alun Brebes.

Dari bank, dia hendak langsung pulang ke rumahnya di Desa Lengkong mengendarai mobil Avanza nopol G 9032 NG warna hitam.

Namun sebelum sampai rumah, Mahyarudin mampir di tukang cukur untuk potong rambut. Saat sedang potong rambut inilah, tiba-tiba alarm mobil yang dikendarainya berbunyi. 

"Saya awalnya tidak tahu ada orang pecahin kaca mobil saya. Saya kira alarm mobil saya bunyi karena terkena guncangan akibat getaran mobil lewat. Malah ada orang yang sedang antri cukur meminta saya supaya mematikan alarm mobil," tuturnya.

Selesai cukur, Mahyarudin kemudian menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan pulang. Saat akan masuk mobil, didapati kaca depan sebelah kiri sudah pecah dan uang rehab kelas juga hilang.

"Uangnya saya masukkan dalam kantong kresek hitam. Saya letakkan di jok samping sopir. Uang itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk rehab kelas," pungkasnya.




 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita