Para peziarah yang pinsan mendapat perawatan di rumah sakit Dedy Jaya Brebes (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Sebanyak 13 penumpang bus Gardena yang membawa rombongan ziarah ke makam Walisanga, pingsan di perjalanan saat hendak istirahat di Masjid Agung Brebes, Jawa Tengah, Jumat 16 Mei 2014 sore. Akibatnya, mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dedy Jaya Brebes. Mereka yang pingsan adalah rombongan peziarah dari Pondok Pesantren (ponpes) Baturaja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Almi (15), Salah seorang peziarah yang juga santriwati dari Ponpes Baturaja, mengatakan, bus Gardena dengan plat nomor polisi Z 7699 TB yang membawa rombongan pingsan itu, karena AC di dalam bus yang ditumpanginya itu tiba-tiba mati saat dalam perjalanan usai berziarah di makam wali sanga.
"Mereka yang pingsan sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan," ujar Almi kepada PanturaNews.Com.
Wawan (52), salah satu dari rombongan peziarah lainnya membenarkan, bahwa 13 penumpang bus Gardena pingsan diperjalanan diduga akibat AC didalam bus itu mati saat dalam perjalanan hendak istirahat di Masjid Agung Brebes untuk menunaikan ibadah sholat ashar.
"13 penumpang yang ikut rombongan berziarah itu pingsan saat hendak istirahat di Masjid Agung Brebes untuk menunaikan ibadah sholat ashar," terang Wawan saat mendampingi mereka di Rumah Sakit Dedy Jaya Brebes.
Sementara, Edi (40), salah seorang kondektur bus Graneda saat dikonfirmasi membantah, jika 13 penumpang yang ikut ziarah ke makam wali sanga pingsan akibat AC didalam busnya mati. "Memang saat dalam perjalanan hendak ke Masjid Agung Brebes AC-nya mati. Tapi, itu hanya sekitar lima menit sudah bisa dinyalakan kembali," tuturnya.
Edi mengatakan, AC di dalam busnya mati karena akibat jalan yang dilaluinya bergelombang karena ada perbaikan jalan di perbatasan Kota Tegal-Brebes. "Tapi, tidak lama, hanya sekitar lima menit sudah diperbaiki dan bisa nyala kembali," ungkapnya didamping supir busnya, Iwan (30).
"Mereka pingsan bukan karena AC nya mati, tapi karena telat makan sehingga mudah pingsan. Padahal, bus kami sebelumnya sudah istirahat di salah satu rumah makan, terkahir adalah di Kendal, Jateng. Tapi, mereka kebanyakan tidak makan dan keluar di dalam bus, jadi mereka mudah lemah dan akibatnya pingsan," tandasnya.