Jumat, 26/06/2026, 18:41:42
Diduga Kecewa Jalan Rusak dan Pungli, Warga Ngamuk Rusak Gerbang Pantai Larangan Tegal
.

PanturaNews (Tegal) - Aksi protes warga lokal di kawasan wisata Pantai Larangan, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berujung pada perusakan fasilitas publik pada Jumat (26/6). 

Massa yang tersulut emosi nekat menjebol pintu masuk area pantai akibat akumulasi kekecewaan terhadap pengelolaan kawasan wisata tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini dipicu oleh kekesalan warga terkait kondisi infrastruktur jalan menuju pantai yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. 

Warga mempertanyakan transparansi alokasi dana retribusi, mengingat setiap pengunjung yang masuk ke area pantai selalu dipungut biaya harian.

Situasi kian memanas di tengah momentum agenda tahunan "Semarak Pesta Laut Pelabuhan Larangan Munjung Agung". 

Acara adat yang sedianya dipahami warga bersifat gratis tersebut, pada pelaksanaannya di lapangan justru diwajibkan membayar biaya masuk per orang. 

Hal ini memicu gelombang protes massal yang berakhir dengan perusakan pintu gerbang masuk utama.

Adapun acara Pesta Laut tersebut dijadwalkan menghadirkan grup musik New Primaega serta penyanyi dangdut Tasya Rosmala sebagai bintang tamu.

Seiring viralnya rekaman video insiden perusakan yang beredar di media sosial,.salah satunya di akun Instagram @tegalharini_, sejumlah wisatawan dan netizen turut menyuarakan keluhan terkait buruknya tata kelola di Pantai Larangan melalui media sosial. 

Salah satu netizen mengungkapkan adanya indikasi praktik pungutan liar (pungli) terkait penggandaan tarif tiket.

"Minggu kemarin saya ke sana berlima, dikenakan biaya tiket Rp15 ribu (Rp3 ribu per orang). Tapi karcis yang diberikan hanya selembar saja yang artinya hanya berlaku untuk satu orang. Sisa uangnya masuk ke mana?" tulis akun @m_rome91.

Selain persoalan transparansi tiket, minimnya pemeliharaan fasilitas di area wisata juga menjadi sorotan tajam. 

Akun @dennisssid menyebutkan bahwa meski pungutan tiket terus berjalan, tidak ada peningkatan pelayanan yang signifikan di lokasi.

"Akses jalan rusak, tidak ada papan imbauan, dan masih banyak tumpukan sampah, termasuk sampah kayu sisa banjir bandang beberapa bulan lalu," tulisnya. 

Melalui unggahan tersebut, ia juga meminta perhatian langsung dari Bupati Tegal untuk mengevaluasi perkembangan area wisata di wilayahnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita