Kamis, 11/03/2010, 20:54:00
PDAM Tegal Manfaatkan Luberan Air Tuk Kali Bulakan
JAY-Riyanto Jayeng

Mata Air Kali Bulakan, Bumijawa, Kabupaten Tegal yang merupakan sumber utama air minum bagi PDAM Kota Tegal, mengalami luapan baik di musim kemarau maupun musim hujan. (FT: Riyanto Jayeng)

PanturaNews (Tegal) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal berencana akan manfaatkan luapan (luberan) air di mata air (tuk) Kali Bulakan, Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah untuk didistribusikan ke pelanggan baru. Keberadaan luberan yang diperkirakan sebesar 30 liter per detik itu, diketahui setelah dilakukan pengecekan ke lokasi sumber air, Kamis 11 Maret 2010 pascakonsultasi PDAM ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana di Semarang.

Direktur PDAM Kota Tegal, HM Iqbal SE,MM mengatakan, setelah dilakukan pengecekan ke sumber air PDAM di tuk Kali Bulakan, diketahui ada luapan air di bak penampung mata air baik di musim kemarau maupun musim penghujan. Hal tersebut menyebabkan adanya kapasitas menganggur (iddele capasiti). Menurutnya, harus dicarikan solusi dan terobosan baru untuk bisa memanfaatkan air luberan itu.

“Jumlah air luberan di penampungan mata air Kali Bulakan itu mencapai 30 liter per detik. Jika air itu dimanfaatkan dan didistribusikan ke masyarakat, akan bisa memenuhi sekitar 240 pelanggan baru. Asumsinya, jika 1 pelanggan dapat memenuhi kebutuhan air 5 orang, maka 30 liter air per detik artinya bisa menutup kebutuhan air untuk 1200 orang,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, untuk dapat mendistribusikan air tersebut ke pelanggan, diperlukan pembesaran pipa transmisi hingga diameter 300. Dikatakan, kaitan hal itu PDAM sudah melakukan upaya pembesran pipa berdiameter 300 dari sumber air Kali Bulakan sampai ke Bangunan Pelepas Tekanan (BPT) 8 di desa Batu Agung, Kecamatan Balapulang.

“Sementara dari BPT 8 ke reservoir air di Desa Seimbang, Kecamatan Lebaksiu masih menggunakan pipa transmisi ukuran diameter 250. Untuk itu sebagai langkah selanjutnya agar air luberan itu bisa didistribusikan ke 240 pelanggan baru, PDAM harus membesarkan pipa transmisi dari BPT 8 hingga reservoir air di Desa Seimbang yang panjangnya kurang lebih mencapai 15 Km dengan perencanaan biaya sampai Rp 17 miliar,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan itu diperlukan kajian matang, agar bisa secepatnya dimasukan dalam usulan anggaran APBN perubahan. Disisi lain, Iqbal juga menyampaikan salah satu hasil konsultansi lainnya yang dinilai sangat prioritas, adalah soal pembangunan sumber air baru Kali Ketiwon di Bendung Pesayangan yang mampu menghasilkan debit air sebanyak 340 liter per detik untuk PDAM Kota Tegal dan Kabupaten Brebes.

“Untuk sumber mata air Kali Ketiwon di Bendung Pesayangan, Talang, Kabupaten Tegal sudah dilakukan survey dan tinggal menunggu pembuatan Detail Enginering Design (DED). Untuk lebih mematangkan rencana ini, kami akan all out menggelar rapat koordinasi dengan PDAM Kabupaten Brebes,” tandas Iqbal.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita