Senin, 14/04/2014, 04:12:36
Mobil Antar Jemput Siswa Terbalik, 1 Tewas, 4 Luka
-Laporan Zaenal Muttaqin

Salah satu korban mobil pengangkut anak sekolah yang terbalik menjalani perawatan di RS (Foto: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Satu siswa SMP meninggal dunia dan empat luka-luka, akibat mobil yang ditumpanginya terbalik di tanjakan Kepundung Desa Cinanas, Kecamatan Bantatkawung, Kabupaten Bresbes, Jawa Tengah, Senin 14 April 2014 sekitar pukul 06.30 WIB.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, mobil bak terbuka jenis Cary warna putih dengan nomor polisi G 1832 YG yang dikemudikan oleh Ahmad (26) warga Cinanas, pagi itu seperti biasa mengangkut sekitar 40 anak yang semuanya siswa SMP Negeri 2 Bumiayu.

Saat menanjak dengan muatan yang cukup banyak dan diduga telat mengoper gigi pengatur kecepatan. Akibatnya kendaraan tidak mampu menanjak yang akhirnya mundur, dan terguling ke sisi kiri jalan hingga mobil terperosok bahkan sempat terguling dua kali.

Akibat kejadian itu, satu penumpang Alfi Ariyanti (13) siswi SMPN 2 Bumiayu kelas IX, warga Cinanas meninggal dunia. Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Siti Asiyah Bumiayu. Korban diduga meninggal akibat luka-luka di bagian kepalanya.

Sementara empat siswa lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RS Siti Asiyah yakni: Marlina (14), Jul Afni Liyani (14), Desi Lestari (12) dan Dwi Nur Laela (14), semuanya siswa SMP Negeri 2 Bumiayu.

Salah satu korban luka, Marlina menuturkan, mobil naas yang ditumpanginya merupakan angkutan yang setiap pagi mengantar ke tempat sekolahnya, dan saat pulang sekolah juga mengantar kembali. "Mobil sudah langganan untuk antar jemput siswa sekolah," katanya.

Peristiwa kecelakaan tersebut kini ditangani oleh petugas Pos Lantas Bumiayu. Beberapa petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mobil bak terbuka naas itu juga telah diamankan.

Desa Cinanas tergolong terpencil di wilayah Kecamatan Bantarkawung. Untuk mecapai SMP Negeri 2 Bumiayu yang merupakan sekolah negeri terdekat yang beda kecamatan, harus menempuh jarak sekitar tujuh kilometer. Tidak ada angkutan umum kecuali mobil angkutan bak terbuka yang menjadi langganan dan milik warga setempat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita