Ilustrasi
PanturaNews (Kajen) - Polres Pekalongan masih melakukan pemeriksaan terhadap kasus dugaan pembunuhan terhadap Mugiyono (55), warga Desa Getas RT 04 RW 02, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan yang ditemukan tergeletak di tengah kebun sengon di Dukuh Sikeris, Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo. Polisi belum memastikan dan menetapkan tersangka pembunuhan terhadap korban yang juga buruh tani itu.
"Kita masih melakukan pemeriksaan, menunggu hasil visum," ujar Kapolres Pekalongan, AKBP Edi Murbowo SIK Msi melalui Kasat Reskrim, AKP Kusno, Kamis 11 Maret 2010 pukul 15.00 WIB.
Kusno mengatakan, meskipun berdasarkan informasi dari masyarakat ada dugaan korban dibunuh, namun polisi tidak bisa serta merta menetapkan sebelum adanya bukti-bukti hukum yang jelas, terutama hasil visum dari pihak rumah sakit. Polisi saat ini masih menunggu hasil visum sebagai dasar penyelidikan, apakah korban dibunuh atau karena faktor lain. "Meskipun warga menyatakan korban dibunuh, kita kan perlu bukti-bukti hasil pemeriksaan dokter (visum-red)," lanjut Kusno.
Sementara keterangan dari beberapa warga Wonopringgo, jasad korban ditemukan oleh seorang pencari katak di tengah sawah sekitar kebun Sikeris Wonopringgo, Selasa 09 Maret 2010 pukul 00.00 WIB lalu. Saat ditemukan kondisi korban dalam keadaan kaki dan tangan terikat, serta mulut korban disumbat dengan kain. Saat ini polisi tengah memeriksa beberapa warga yang diduga mengetahui atau bahkan terlibat terkait kasus tersebut.
Istri korban, Badiyah (50) kepada wartawan menuturkan, suaminya sejak Senin 08 Maret 2010 sekitar pukul 15.00 WIB meninggalkan rumah untuk membezuk seseorang yang menjadi korban tabrakan dengan anaknya di RSUD Kajen. Hingga malam harinya, korban tidak kunjung pulang ke rumah. Pihak keluarga berusaha mencarinya, namun tidak menemukan sampai akhirnya mendapat informasi dari polisi, korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.
”Bapak sekitar pukul 19.00, ditagih keluarga korban yang ketabrak oleh anak kami uang sebesar Rp 2 juta untuk biaya berobat, saya tidak bisa memberi karena bapak belum pulang, kok tak lama kemudian beritanya lain," kenang Badiyah.
Mustadi, warga Karanganyar berharap polisi segera dapat mengungkap kasus tersebut, karena berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat Getas, korban diduga dibunuh karena ditemukan dalam kondisi tangan dan kakinya diikat dan mulutnya disumbat kain. "Kami berharap pelaku dapat segera ditangkap, sebab kalau tidak saya khawatir warga Getas tidak terima," harap Mustadi yang diamini Eko.