Ilustrasi
PanturaNews (Bantarkawung) - Pertandingan bola voli dalam rangka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) antara regu SMK Al Furqon Bantarkawung dengan SMK Ma'arif Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 11 Maret 2010 berlangsung ricuh. Bahkan, ruang bimbingan dan konseling (BK) SMK Al Furqon juga dirusak oleh sekolompok siswa yang diduga dari SMK Ma'arif.
Kepala SMK Al Furqon Bantarkawung, M Shodiq TP SAg menuturkan, peristiwa memalukan itu bermula ketika pertandingan bola voli yang digelar di Lapangan komplek Kecamatan Bantarkawung, tengah berlangsung di babak kedua. Saat itu suporter dari SMK Ma'arif terlalu dekat dengan tempat servis, sehingga diprotes oleh official dari SMK Al Furqon. "Oficial kami protes karena suporter terlalu dekat dengan tempat servis, sehingga sangat mengganggu jalannya pertandingan pada babak kedua," tuturnya.
Dikatakan, protes tersebut ternyata tidak ada tanggapan, sampai akhirnya oficial mendekati suporter untuk menertibkan. Tetapi ternyata timbul percekcokan dan akhirnya pertandingan di babak kedua ricuh dan dihentikan pada pukul 13.00 WIB.
"Pertandingan ricuh dan tidak bisa dilanjutkan. Babak pertama skor 25 - 23 untuk SMK Al Furqon dan babak kedua dihentikan saat skor 9 - 16 untuk SMK Ma'arif," jelas Shodiq.
Setelah pertandingan dihentikan sekitar pukul 13.30 WIB, Gedung SMK Al Furqon yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi pertandingan bolavoli diserang oleh puluhan siswa yang diduga dari SMK Ma'arif. Saat itu, ada dua guru, yakni Sari Hidayani SPd dan Meytati SPd yang tengah berada di ruang internet. Keduanya merasa ketakutan dan lari terbirit-birit, begitu melihat ada siswa dari sekolah lain yang menyerang. "Saya mendengar suara kaca dan genting pecah, batu-batu juga dilemparkan," ujar Sari.
Aksi pengrusakan itu hanya berjalan beberapa saat, karena ketahuan oleh warga sekitar dan siswa-siswa juga langsung melarikan diri. Tetapi akibat penyerangan itu, dua kaca jendela di ruang bimbingan dan konseling (BK) pecah dan juga beberapa genting pecah akibat lemparan batu. Parabola perlengkapan jaringan internet juga sempat didorong-dorong oleh beberapa pelaku penyerangan, namun belum diketahui apakah mengalami kerusakan atau tidak.
Semantara itu, Kepala SMK Ma'arif Bantarkawung, Ir Bambang Sutriyono ketika ditemui mengaku tidak tahu persis kejadian tersebut. Saat kejadian dirinya tengah berada di Purwokerto, yang kemudian diberitahu oleh isterinya dan langsung pulang. "Saya tidak tahu persis bagaimana kejadiannya, saya sedang di Purwokerto," ujarnya.
Kata dia, dirinya juga telah menghubungi Kepala SMK Al Furqon dan akan segera menyelesaikan persolannya. Pihaknya juga siap mengganti kerusakan yang terjadi di SMK Al Furqon. Siswa yang terbukti terlibat melakukan pengruskan juga akan diberikan pembinaan, "Kami sudah sampaikan siap mengganti kalau memang ada kerusakan, siswa-siswa yang terlibat juga akan kami bina," ucapnya.
Kepala Polres Brebes, AKBP Benno Louhenapessy SIK MH melalui Kepala Polsek Bantarkawung, AKP Hersujitno membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya juga akan memanggil Kepala Sekolah kedua SMK tersebut untuk dimintai keterangan. "Kami akan panggil untuk minta penjelasan, dan diharapkan bisa diselesaikan secara baik," katanya.