Yulian Pratama tergeletah saat dikunjungi Bupati Brebes di rumahnya (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Yulian Pratama, bayi berusia 10 bulan tidak mampu bergerak bebas. Pasalnya, bayi anak dari Siti Aminah (26), asal warga Dukuh Pandansari RT 04 RW V Nomor 20 Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, itu harus menanggung beban berat akibat tumor yang tersembul diatas kepalanya.
Sehingga untuk memalingkan mukanya saja tidak bisa, karena ada beban tumor yang terus membesar hingga mencapai berat sekitar 1 kilogram dan sebesar bola.
“Ketika lahir, hanya sebesar biji salak. Namun lama-lama membesar hingga 1 kilogram,” tutur Siti Aminah saat menerima kunjungan Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti, SE di kediamannya, Senin 27 Mei 2013.
Aminah menceritakan, anak laki-lakinya itu (Yulian), padahal terlahir normal di RSUD Kardinah Tegal pada 14 Juli 2012. Namun, dia terpaksa harus bolak-balik ke Kardinah untuk memeriksakan kesehatan Yulian.
“Kata dokter, Yulian bisa operasi tapi menunggu kesehatannya seimbang. Disisi lain, keuangan saya juga tidak cukup untuk membiayai. Sementara suami saya Rudi Hartono (31) berada di Jakarta untuk mengadu nasib sebagai supir angkutan,” tutur Aminah dengan wajah memelas.
Aminah mengaku tidak bisa mengemban Yulian sendirian, dan harus dibantu keluarga lainnya untuk menggendong tumor itu. Maka dalam keseharian Yulian terpaksa terus tergeletak
“Saya hanya sesekali menggendong Yulian keluar rumah untuk mencari udara segar,” terangnya.
Dalam kesempatan keunjungannya itu, Bupati Brebes memberikan bantuan dan sekaligus memberikan solusi untuk secepatnya dilakukan operasi. Bupati berjanji akan memfasilitasinya ke Kementerian Kesehatan RI agar diberikan keringanan pembiayaan.
“Ini ada sekadar buat beli vitamin. Untuk proses operasi nanti koordinasi saja dengan Pak Camat ya?,” papar Bupati sembari memberikan bantuan.