Ratusan karyawan BRD dan puluhan truk geruduk kantor Bina Marga di Tegal (Foto: Gaharu)
PanturaNews (Tegal) - Puluhan truk proyek dan ratusan karyawan PT Bumiredjo (BRD), geruduk kantor Bina Marga Provinsi Jawa Tengah di Jalan Kolonel Sudiarto Nomor 15 A, Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa 14 Mei 2013. Pendemo menuntut gaji yang belum dibayar.
Ratusan karyawan yang sebagian besar sopir truk dan operator, menuntut agar pihak Bina Marga, segera membayar kewajibannya kepada pihak kontraktor yakni PT Bumiredjo yang tertunda selama enam bulan. Akibatnya keterlambatan pembayaran itu, ratusan karyawan PT Bumiredjo kesulitan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, serta melunasi hutang-hutangnya di warung.
Ketua Forum Karyawan PT BRD, Yulianto (52) dalam orasinya mengatakan pejabat pembuat komitmen (PPK), yakni Sumarjono, ST,MT harus bertanggung jawab atas keterlambatan pembayaran selama 6 bulan kepada BRD. Karena sebagai PPK harus bertanggung jawab dengan segala sesuatunya, termasuk keterlambatan pembayaran. Jangan selalu mengatakan semuanya urusan pusat.
“Kami tidak tahu orang pusat, yang kami tahu hanya saudara Sumarjono selaku PPK. Dialah orang yang bertanggung jawab dengan pembayaran,” ungkap Yulianto sambil teriak bayar…bayar…bayar...
Lebih lanjut dikatakan Yulianto, tunggakan Bina Marga kepada BRD selama 6 bulan yang belum dibayar sekitar Rp 52 miliar. Akibatnya, seluruh karyawan BRD berhenti total tidak melakukan aktifitas. Sedangkan, tagihan di warung semakin menumpuk. “Hanya ada satu kata, bayar..bayar..bayar,” teriaknya lagi.
Sedangkan Sumarjono selaku PPK, dihadapan massa karyawan BRD tidak bisa memutuskan kapan akan membayar kewajibannya kepada pihak BRD. Dia hanya bisa mengusulkan kepada atasannya. Mendengar jawaban itu, situasi makin memanas dan massa merangsek untuk masuk ke kantor Bina Marga, hingga akhirnya dilakukan dialog antara perwakilan BRD dan Binamarga.
Dialog antara perwakilan BRD dan Binamarga, berlangsung alot, sehingga massa tak sabar bahkan nyaris beringas. Massa sempat dorong-dorongan dengan petugas untuk merangsek masuk ke kantor Bina Marga, namun hal itu dapat diatasi oleh petugas.
Satu persatu massa mulai melemparkan botol air mineral ke arah kantor. Bahkan massa juga hampir saja menumpahkan muatan pasir batu (sirtu) di depan kantor Bina Marga. Namun hal itu berhasil dicegah, karena perwakilan karyawan, keluar dengan membawa hasil dialog.
Hasil dialoh diantaranya, bahwa untuk proyek jalan Losari-Pejagan akan dibayarkan selambat-lambatnya 15 hari. Sedangkan untuk proyek jalan lingkar utara (Jalingkut) Tegal-Brebes, menunggu konfirmasi dari pusat.
“Hasil dialog, bahwa untuk proyek Losari-Pejagan akan dibayar paling lambat 15 hari mulai hari ini, jika tidak maka Sumarjono siap dipindah atau diusulkan untuk dipindah. Sedangkan untuk proyek Jalingkut Tegal-Brebes, kita akan melakukan aksi demo ke pusat,” kata Yulianto.
Kepada sejumlah wartawan, Sumarjono mengatakan, bahwa untuk pembayaran proyek Jalingkut, itu urusan pusat yang dananya dari Bank Dunia. “Silahkan tanya kepada pusat,” ungkapnya singkat.