Selasa, 26/03/2013, 06:33:35
Terus Diteror dan Diancam, Kades Ngantor di Rumah
-Laporan Takwo Heriyanto

Kades) Banjaranyar, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kadim Effendi

PanturaNews (Brebes) - Terus diteror dan diancam warganya sendiri, sejak sepekan terakhir, Kepala Desa (Kades) Banjaranyar, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kadim Effendi tidak merasa nyaman. Kadim yang resmi dilantik 20 Maret 2013 lalu ini, terpaksa harus ngantor di rumahnya sendiri.

Pasalnya, setiap kali berada di Kantor Desa untuk memberikan pelayanan kepada warganya, selalu mendapat ancaman dari warganya sendiri yang membuatnya tidak merasa nyaman. Bukan hanya bentuk acaman saja, namun bentuk hinaan maupun caci maki tehadap dirinya maupun keluarganya, terus dilakukan oleh warganya sendiri.

Bahkan, warga yang merupakan lawan pendukungnya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Banjaranyar beberapa waktu lalu ini, juga mengancam tidak akan membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) ke desa.

Kadim Effendi saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, membenarkan dirinya sejak seminggu lalu hingga kini masih diteror dan diancam serta dihina maupun dicaci maki oleh warganya sendiri, hingga terpaksa harus memberikan pelayanan warga di rumahnya sendiri.

"Saya ngantor di rumah sendiri karena untuk jaminan keamanan maupun keselamatan diri saya sendiri," ujar Kadim kepada PanturaNews.Com, Selasa 26 Maret 2013 sore.

Meski begitu, kata Kadim, pihaknya tidak akan melakukan upaya balas dendam terhadap warganya sendiri yang masih melakukan taror maupun ancaman. Menurutnya, persoalan tersebut sudah ditindaklanjuti bersama dengan Muspika yang meliputi Camat dan Polsek.

Diberitakan sebelumnya, Kadim selain diteror juga diintimidasi melalui pesan SMS di handphone pribadinya, dan gerbang Kantor Desanya juga digembok oleh warganya sendiri pada malam dini hari menjelang pelantikan kades. Namun pada akhirnya gembok pintu gerbang tersebut, kini sudah dibuka dengan bantuan pejabat Muspika setempat.

"Sampai saat ini, saya juga masih mendapat teror lewan SMS warga yang berisi ancaman maupun pelecehan dengan kata-kata yang tidak senonoh. Tapi, saya anggap itu adalah sebuah ujian bagi saya pribadi dan keluarga. Saya tidak ingin membalas warganya sendiri yang pada akhirnya hanya menimbulkan konflik," ujar Kadim saat dikonfirmasi PanturaNews.Com di Kantor Desanya, Jumat 22 Maret 2013.

Menurutnya, terror dan intimidasi dari warganya yang disampaikan melalui SMS di handphone pribadinya itu, buntut dari hasil pelaksanaan Pilkades di desanya.

Warga yang merupakan dari kubu lawannya ini, menganggap bahwa hasil pelaksanaan pilkades yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu, banyak kecurangan yang diduga dilakukan dirinya maupun oleh panitia pilkades.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita