Senin, 25/03/2013, 05:03:44
Perempuan Juga Kerja Bhakti Membangun Desa
-Laporan Zaenal Muttaqin

Kaum perempuan di Bumiayu kerja bhakti membangun lingkungan desanya (Foto: zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Brebes) - Dalam membangun lingkungan desa, kaum perempuan ternyata tidak mau tinggal diam, mereka bekerja keras bahu membahu tidak mau ketinggalan dengan kaum lelaki. Setidaknya itu yang terjadi di Dukuh Kalisantri RT 02 RW 02 Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pemandangan kepedulian kaum permpuan dalam membangun lingkungan desanya itu terlihat Senin 25 Maret 2013, puluhan warga yang semuanya perempuan itu kerja bhakti melakukan pembangunan talud pengaman tempat MCK umum yang ada di dukunya. Dipimpng langsung oleh ketau RTnya yang juga perempuan, Asiatun Asiah, mereka melansir material berupa pasir dan batu dari jalan raya ke tempat dilakukannya pembangunan talud, atau sejauh lebih dari 100 meter.

"Kami kaum perempuan yang terdiri dari para ibu kerja bhakti melakukan pembuatan talud pengaman MCK," kata Asiatun.

Menurutnya, pembangunan talud pengaman MCK yang ada di pinggir sungai Brengkok itu merupakan kegiatan dari Program Nasional Pemberdyaan Masyarakat (PNPM) tahun 2013 ini. Biaya untuk kegiatan pembangunan itu sebesar Rp 26.061.126 yang sebagiannya merupakan swadaya dari warga.

"Untuk swadaya sebesar Rp 6.061.000 dalam bentuk tenaga dan juga makanan untuk para tukang yang bekerja," tutur Asiatun.

Dikatakan, bagi warganya swadaya dan kerja bhakti sudah menjadi hal biasa dan selalu dilestarikan. Sebelumnya, kerja bhakti juga dilakukan untuk pengaspalan dan pavingisasi jalan lingkungan. "Kami dari kaum perempuan yang umum kaum ibu rutin melakukan kerja bhakti untuk penataan lingkungan," ucap Asiatun.

Pembangun talud pengaman MCK umum yang dilakukan saat ini merupakan kegiatan yang mendesak. Mengingat kondisi MCK umum itu terancam amblas akibat talud pengamanya yang berada di tebing Sungai Brengkok telah rapuh. Keberadaan MCK umum tersebut selama ini juga sangat vital bagi warga.

"MCK itu ada sumur yang tak pernah kering meski musim kemarau, sehingga jadi andakan warga untuk kebutuhan air bersih," pungkas Asiatun.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita