Rabu, 21/11/2012, 08:18:13
Puluhan Eks Tuna Sosial Terima Bantuan Alat Usaha
-Laporan SL Gaharu

Salah satu penerima bantuan secara simbolis menerima sepeda dari Hj Rosalina didampingi H Sumito (Foto: Gaharu)

PanturaNews (Tegal) - Sedikitnya 70 orang eks tuna sosial terdiri 20 orang eks wanita tuna susila (WTS), 30 orang eks pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) serta 20 orang dari keluarga rentan, menerima bantuan paket usaha dari Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal dan Dinas Sosial Jawa Tengah di Kota Tegal, Rabu 21 November 2012.

Bantuan yang diberikan berupa alat-alat untuk usaha seperti alat-alat tambal ban, gerobak asesoris, becak, sepeda, gerobak mie ayam, etalase, kompor gas, beras, gula, minyak goreng, teh, panci, wajan besar, tabung gas dan lainnya.

Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Kota Tegal, Hj. Rosalina Ikmal Jaya, berharap bantuan paket usaha yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik. Penerima bantuan agar bisa mengelola, sehingga bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

“Penerima bantuan harus punya tanggung jawab mengelola, sehingga nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, bisa memperoleh penghasilan untuk membantu ekonomi keluarga,” tuturnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Tri Agustin SH. Menurutnya, pemberian alat-alat usaha bertujuan agar penerima bisa mendiri. “Bantuan yang diterima harap dikelola dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal, H Sumito, SIP mengatakan penerima bantuan adalah eks tuna sosial se Kota Tegal. Mereka adalah usulan dari masing-masing kelurahan. “Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalani penerima,” katanya.

Sementara penerima bantuan, Retno Wati, warga Kelurahan Kalinyamat Kulon mengatakan, bahwa dirinya sangat berterimakasih menerima bantuan alat usaha. Retno ingin punya usaha dagang sembako, sehingga dia diberi bantuan lemari etalase, beras dan lainnya.

“Selama ini saya menjadi sales kosmetik dan alat-alat kecantikan keliling kampung-kampung. Dengan adanya bantuan ini, saya akan berusaha berjualan sembako dan lainnya,” kata Retno.

Sedangkan Slamet (63) warga Kalinyamat yang selama ini mencari rongsokan dengan menggunakan gerobak dorong, ingin lebih meningkat menggunakan gerobak beroda seperti becak. “Saya minta gerobak roda supaya tidak terlalu lelah menyusuri kampung,” ujarnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita