Kamis, 04/10/2012, 04:40:34
Puluhan Kyai dan Santri Unjuk Rasa di Gedung NU
TK-Takwo Heriyanto

Kyai dan santri demo tuntut Ketua PCNU Brebes dipecat (Foto: Takwo Heriyanto)

PanturaNews (Brebes) - Puluhan kyai dan santri yang mengatas namakan gerakan peduli Pilkada, menggelar aksi unjuk rasa dengan menggeruduk gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis 04 Oktober 2012 siang.

Dalam aksinya mereka menolak penggunaan lambang organisasi masyarakat (ormas) IslamNU untuk berkampanye. Selain itu, mereka juga memberikan mosi tidak percaya terhadap Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), H. Athoillah yang mencalonkan sebagai wakil bupati (wabup) berpasangan dengan H. Agung Widyantoro. Pasalnya, Athoillah dinilai telah melanggar peraturan AD/ART NU.

“Untuk itu, kami akan menyampaikan persoalan ini kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) agar H. Athoilah dicopot dari jabatannya,” ujar Hasyim, korditor langan (korlap) dalam aksinya itu.

Selain menggeruduk gedung NU, para pengunjuk rasa juga menggeruduk kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten untuk memprotes kegiatan kampanye Pemilukada Brebes yang dilakukan oleh pasangan calon bupati-wakil bupati Brebes H. Agung Widyantoro SH MSi – H. Athoilah SE MSi (TAAT) di lokasi-lokasi ibadah, sekolah dan kantor pemerintah di dekat tempat ibadah/sekolah dan kantor instansi pemerintah karena melanggar aturan.

“Jangan ngaku-ngaku selalu direstui para kyai dalam menarik simpati warga. Memang kyai mana yang merestui. Masa orang berpendidikan bicaranya seperti itu, apalagi mau jadi wakil bupati. Tapi kalau itu jadi atribut ormas NU tidak usah dijadikan tameng. Panwaslu harus bekerja lebih giat lagi, banyak sekali pelanggaran,” tegas Hasyim.

Para pendemo minta Panwaslu untuk bersikap tegas, jika menemukan adanya pelanggaran tersebut. Para kyai dan santri itumembubarkan diri setelah Ketua Panwaslu kabupaten Drs Taufiqurrahman bersedia membuat kesepakatan untuk bersikap tegas dan netral dalam Pemilukada, sehingga Pemilukada yang akan digelar pada tanggal 70 oktober 2012 mendatang menghasilkan pasangan bupati dan wakil bupati yang berkualitas.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita