Audiensi GN-PK Jateng dengan Dinas Pendidikan Brebes Unit Pengadaan Lelang (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Audiensi antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dengan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes Unit Pengadaan Lelang (UPL) Kabupaten Brebes, di Dinas Pendidikan setempat terkait proses lelang proyek Dana Alokasi Khsusu (DAK) berakhir ricuh, Senin 03 September 2012.
Audensi yang awalnya berjalan tertib itu, saat seorang aktivis meminta audiesi diperbolehkan tetapi yang obyektif. Namun, permintaan itu langsung direaksi Ketua GNPK Kabupaten Brebes, Royani Anwarus, dan menyinggung aktivis lainnya.
Usai itu dari belakang tiba-tiba seorang aktivis lainnya berusaha maju sambil membawa kursi dan membantingnya. Bahkan, ia nyaris baku hantam dengan anggota GNPK. Namun, berhasil dihalangi peserta audiensi lainnya.
Ketua UPL Kabupaten Brebes yang juga Kabag Pembangunan Setda Pemkab Brebes, Edy Kusmartono menjelaskan, proses lelang DAK memang sensitif dan banyak pihak yang datang serta mengaku-aku.
Namun, pihaknya berprinsip semuanya mendapatkan pelayanan yang sama. Proses lelang juga dilakukan secara terbuka melalui LPSE. Waktu lelang, pendaftaran hingga pengumuman bisa langsung dilihat peserta karena sistemnya online. Sedangkan untuk spesifikasi barang, itu menjadi kewenangan pejabat pembuat komitmen. "Jadi, prosesnya telah dilaksanakan setransparan mungkin," akunya.
Sementara, Ketua GNPK Provinsi Jateng, Basri Budi Utomo mengatakan, tujuan lembaganya beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan UPL Kabupaten Brebes, tidak dalam rangka mencari kesalahan atau menghakimi. Namun, kegiatan itu dilakukan untuk meminta klarifikasi terkait proses lelang DAK di Kabupaten Brebes.
Sebab, pihaknya mendapat pengaduan dari masyarakat menyangkut proses lelang tersebut. Apalagi, proses pengadaan DAK yang mengakut buku, alat peraga dan teknologi infomatika (TIK) itu sejak tahun 2010 lalu hingga kini belum terealisasikan.
"Kami justru sedang mencari obyektifitas, sehingga tidak menimbulkan fitnal. Dalam bahasa arab, upaya kami ini dinamakan tabayun," ujarnya.
Sekretaris GNPK Kabupaten Brebes, Ganis Faruqi Abkar menambahkan, total alokasi proyek DAK di Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes sekitar Rp 21 miliar. Anggaran itu digunakan untuk pengadaan buku, alat peraga dan TIK. "Ini nilainya memang cukup besar,"paparnya.