Ilustrasi
PanturaNews (Brebes) - Terowongan dibawah perlintasan Kereta Api (KA) yang terletak di pertigaan Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, semakin membuat masyarakat kian resah. Pasalnya, selain selalu menimbilkan banjir, di titik tersebut juga terdapat banyak lubang yang menjebak.
Di bawah terowongan itu, jalan cekung ke bawah hampir selalu tergenang air, apalagi jika sudah diguyur hujan lebat. "Bosan juga lama-lama lewat sini, sudah dua tahun ini selalu banjir padahal tidak hujan, apalagi kalau hujan," ujar Tantri, salah satu pelajar, Jumat 09 Maret 2012.
Menurutnya, untuk menghindari banjir, dirinya bersama teman-temannya biasanya memanfaatkan jasa tukang becak untuk sekedar menyebrang. Tak hanya mereka, beberapa pengendera sepeda motor, sepeda ontel dan tukang becak terlihat berususah payah akibat terperosok di lubang yang tertutup air itu.
Anggota DPRD Brebes Waidin mengaku selalu mendapat keluhan tersebut dari warga, baik saat reses maupun secara informal. Pihaknya mengaku akan berupaya mengkomunikasikan masalah tersebut kepada pihak terkait. Aspirasi itu akan dititipkan saat DPRD Brebes beraudiensi dengan Kemenhub.
“Di lokasi tersebut pasti selalu terendam. Apalagi kalau hujan banjir bisa 2 meter karena kondisinya cekung dan tidak dilengkapi dengan sarana irigasi pembuangan airnya. Sementara ini hanya warga yang sukarela memompa air, tapi itupun terbatas,” terangnya.
Pihaknya menilai, kesalahan itu pantas ditimpakan pihak pembangun yang tidak matang dalam desain perencanaan awalnya. Sebab, kondisi serupa juga terdapat di titik-titik yang lainnya. Itu bukti dan contoh pembangunan pemerintah yang asal jadi, tidak didesain dengan baik akhirnya merugikan masyarakat banyak.
"Kami berharap agar kepada PTKAI Daop 3 untuk mengatasinya. Jika tidak maka terowongan akan lebih panjang dan kondisinya lebih parah.Ini akses vital sekali," tandas Waidin.