Warga dan petugas gotong royong membetulkan rumah warga yang rusak akibat diterjang putting beliung (Foto: Takwo Heriyanto)
PanturaNews (Brebes) - Jumlah rumah yang rusak akibat bencana angin putting beliung yang menerjang Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencapai 202 rumah, 97 diantaranya rusak berat dan 36 rumah lainnya roboh. Perhitungan sementara, kerugian diperkirakan kurang lebih sekitar Rp 1 miliar.
Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Drs. H. M. Supriyono kepada PanturaNews, Senin 26 Desember 2011.
Namun demikian, menurut Supriyono yang juga Asisten 1 Setda Brebes ini, pendataan kerugian akibat bencana puting beliung tersebut sifatnya baru sementara. Termasuk dengan pendataan jumlah rumah warga desa yang mengalami rusak berat maupun ringan.
"Kalau berdasarkan pendataan sementara, jumlah rumah warga yang rusak akibat terkena musibah itu, sebelumnya mencapai 188 rumah, 50 diantaranya rusak berat. Namun, setelah dilakukan pendataan kembali, jumlah rumah warga yang rusak itu mencapai 202 rumah, 97 diantaranya rusak berat dan 36 rumah lainnya roboh. Bahkan ratusan pohon juga tumbang. Begitu juga listrik di rumah-rumah warga yang terkena bencana padam, karena jaringannya terputus," ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut Supriyono, pendataan masih akan terus dilakukan. Akibat bencana puting beliung tersebut, sekitar 720 warga mengungsi ke tempat posko-posko yang telah disediakan.
Diantara posko-posko yang telah disediakan, yakni posko kesehatan dan dapur umum didirikan di satu lokasi dengan posko penanggulangan bencana dan tempat pengungsian warga, yaitu di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftakhul Jannah.
Diberitakan sebelumnya, lebih dari 50 rumah warga Desa Bulusari, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rusak berat dan ringan akibat diterjang angin putting beliung, Minggu 25 Desember 2011 sore. Angin juga merobohkan sejumlah pohon di ruas jalan. Bahkan fasilitas umum seperti mushala dan sekolah juga rusak.
Menurut Jauhari Efendi, salah seorang warga yang rumahnya rusak, bencana putting beliung diawali hujan deras yang disertai angin dari arah barat laut. Namun, tiba-tiba angin itu bertiup sangat kencang, dan banyak rumah yang gentingnya beterbangan.
"Ada juga rumah warga yang ambruk hampir rata dengan tanah," ujarnya.