Ilustrasi
PanturaNews (Tegal) - Formasi tenaga Penilik dan Pengawas Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) ternyata kurang mendapat perhatian dari sebagian besar guru peserta ujian peningkatan. Bahkan, hampir semua guru tidak berminat untuk untuk menjadi tenaga penilik-pengawas pendidikan non formal maupun informal. Pasalnya, guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Tenaga Penilik dan Pengawas PNFI tidak mendapatkan tunjangan sertifikasi atau tunjangan kesejahteraan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal Titik Andarwati, Selasa 15 November 2011, mengatakan, pada tahun 2011 Pemkot Tegal membuka 9 formasi tenaga penilik dan pengawas PNFI. Formasi itu dibuka bersamaan dengan formasi calon kepala sekolah SD dan Pengawas Sekolah dari tingkat SMP/SMA dan SMK. Namun hingga penutupan pendaftaran yakni 8 November 2011, tidak ada satupun guru yang mendaftar di formasi tersebut.
Menurut Titik, tidak berminatnya guru-guru terhadap jabatan tenaga penilik dan pengawas PNFI karena tidak mendapatkan tunjangan kesejahteraan atau tunjangan sertifikasi. Bahkan banyak guru yang sudah bersertifikasi khawatir jika mendapatkan tugas tambahan sebagai penilik dan pengawas PNFI tunjangan sertfikasinya dicabut.
Sebab selama mendaapat tugas tambahan ini jam mengajarnya bisa berkurang atau hilang.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Tegal, H Ikmal Jaya SE Ak menyatakan akan mengupayakan pemberian tunjangan kesejahteraan bagi guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai penilik dan pengawas PNFI. Sehingga formasi itu kedepan bisa terpenuhi.
Hal senada disampaikan sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo. Menurut Wasmad, kekosongan formasi tenaga penilik dan pengawas PNFI dikhawatirkan menganggu tercapainya program Tegal Cerdas 2011 yang dicanangkan Pemkot Tegal. Oleh karena itu, pihaknya meminta Walikota agar secepatnya mengakomodir kebutuhan atau pemberian tunjangan kesejahteraan di dalam APBD.
Wasmad juga meminta Pemkot Tegal lebih mengendepankan masalah-masalah pendidikan. Sebab dengan program Tegal Cerdas 2011semua sektor pendidikan harus berjalan semuanya. Jangan sampai tidak adanya tenaga penilik dan pengawas PNFI program Tegal Cerdas berjalan tersendat-sendat.